Di Amerika Batang Pisang Harganya Tinggi

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Ekonomi
1654474163281_1654475027

Batang pisang di super market Amerika dibandrol dengan harga rata-rata 5,95 USD setara Rp85.000,-

Sebagai negara tropis Indonesia sangat diuntungkan karena memiliki keanekaragaman hayati yang sangat luas dan banyak.

Tanaman apa yang tidak tumbuh di Indonesia? Tongkat kayu dan batu pun jadi tanaman, kata lagu Tanah Surga menggambarkabn saking suburnya Indonesia.

Rempah-rempah yang banyak yang pernah jadi pemicu terjadinya kolonialisme di negeri ini, hingga tanaman obat, kayu keras, tanaman hias, jenis palma dan jenis pisang-pisangan yang tak terhitung ragamnya.

Jenis tanaman yang disebut terakhir tadi, selain buahnya dapat dikonsumsi dengan rasa yang lezat dan mengenyangkan, tanaman pisang merupakan salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai bahan dasar obat.

Baca juga: Keren! Wisata Halal Indonesia Raih Peringkat ke-2 2022

Secara tradisional, di lingkungan masyarakat pedesaan yang masih memegang nilai-nilai tradisional, getah batang pisang biasa digunakan sebagai obat penyembuh luka.

"Benar, itu! Kolot baheula mah (orang tua zaman dulu) kalau ada luka kena gores atau tapak labuh (luka karena jatuh) mereka biasa pakai getah pisang, saya juga masih begitu kalau ke sawah atau ke kebun tiba-tiba ada luka tinggal nyari pohon pisang," ungkap Abah Juju, salah seorang petani di Kecamatan Sukaratu kepada Siapbelajar.com 

Sebagai Sumber Pangan

"Sekarang mah orang jarang pakai karena udah ada obat modern kayak antiseptik atau obat merah," kata dia.

Di Indonesia tanaman pisang sangat melimpah dan tumbuh dengan baik, tetapi batang pisang jarang dimanfaatkan.

"Sebetulnya orang tua zaman dulu pernah memanfaatkan batang pisang sebagai sumber pangan, tapi karena dianggap sebelah mata dan tidak dibiasakan pemanfaatannya tidak membudaya, padahal rasanya juga enak seperti sayuran lainnya, kalau batang talas sekarang masih ada yang masak, namanya poloy," sambung Abah.

Batang pisang selain memiliki manfaat kesehatan, ternyata memiliki nilai ekonomi yang mencengangkan! Harga batang pisang di supermarket Amerika dibandrol dengan harga rata-rata 5,95 USD atau setara dengan Rp85.000,- di pasar internasional.

"Iya, saya pernah dengar batang pisang justru dijual mahal di luar negeri. Mereka mengolahnya sebagai bahan makanan, di sini mungkin sumber pangan banyak pilihan dan mungkin sudah terlanjur identik dengan bahan ganjal saat memandikan mayat, hahaha" kata Rustandi, warga Cisayong ketika ditanya Siapbelajar.com apakah dirinya tahu jika batang pisang punya nilai ekonomi tinggi di luar negeri.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1776007153684_1776007167

Ekonomi

PHK Capai 8.389 Orang hingga Maret 2026, Jawa Barat Tertinggi

Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan melalui Kementerian Ketenagakerjaan merilis data terbaru terkait pemutusan hubungan kerja (PHK) nasional hingga Maret 2026. Tercatat sebanyak 8.389 tenaga kerja t
1776006027224_1776006042

Ekonomi

SIL Festival 2026 Serap 1.200 Tenaga Kerja

Surabaya — Kegiatan Surabaya Industrial and Labour (SIL) Festival 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Kota Surabaya berhasil menunjukkan dampak signifikan terhadap penguatan ekonomi daerah dan peny
5 Ide Ternak (4)_1707220418

Religi

Serikat Ekonomi Pesantren Monitoring Program Ponpes di Bogor

Mediana.id - Serikat Ekonomi Pesantren (SEP) melakukan kegiatan monitoring program pembangunan sarana prasarana sanitasi dan air bersih di beberapa pondok pesantren (ponpes) di Bogor sejak Senin (5/2)
5 Ide Ternak (1)_1707145133

Ekonomi

5 Ide Ternak yang Bisa Dilakukan di Rumah dengan Cuan Menggiurkan

Mediana.id- Beternak merupakan salah satu bisnis yang menjanjikan, terutama bagi Anda yang memiliki lahan sempit di rumah. Ada banyak hewan ternak yang bisa Anda pilih, mulai dari unggas, ikan, h
1690427974333_1690428093

Religi

Nazava dan Serikat Ekonomi Pesantren Jalin Kerjasama untuk Kembangkan Usaha Pesantren

Mediana.id - Nazava, sebuah perusahaan sosial yang memproduksi filter air bersertifikat WHO, menjalin kerjasama dengan Serikat Ekonomi Pesantren (SEP), sebuah organisasi yang bertujuan untuk meningkat