Revitalisasi: Aksi Kolektif untuk Laut, Selamat Hari Laut Sedunia 2022

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Share and Care
1654654040484_1654654270

Tema Hari Laut Sedunia: Revitalization: collective action for the ocean atau Revitalisasi: aksi kolektif untuk laut.

SIAPBELAJAR.COM - Manusia telah memberikan tekanan besar pada ekosistem laut melalui ekstraksi sumber daya. Pertambahan jumlah penduduk sangat berpengaruh pada tingkat konsumsi sumber daya laut dan polusi sampah yang super banyak, terutama sampah plastik.

Bila sampah-sampah itu digabungkan menjadi satu maka bisa dibayangkan betapa tingginya, ia akan menyerupai gunungan-gunungan sampah yang tingginya bisa saja menyamai tinggi gunung yang ada di Indonesia.

Selain itu, pemanasan global bisa terjadi di daerah-daerah dingin seperti kutub utara dan kutub selatan yang memiliki bongkahan-bongkahan es yang sudah mulai mencair sejak lama.

Es yang mencair menyebabkan naiknya tingkat permukaan laut global yang tentu menjadi ancaman bagi keselamatan bumi, di berbagai negara mengalami kenaikan suhu antara 1,40C-5,90C dan berdampak pula pada terjadinya disaster seperti kekeringan, badai topan, El Nino, badai siklon tropis, banjir dan bencana lainnya yang berpengaruh kestabilan fungsi lingkungan sebagai sumber daya alam.

Baca Juga : Peringatan Hari Laut Seduni 2022 di Wakatobi

Tingginya tingkat konsumsi manusia terhadap sumber daya laut menurut FAO ada sekitar 89,5 persen stok ikan di seluruh dunia yang ditangkap sepenuhnya sebanyak 58,1 persen atau ditangkap berlebihan sebanyak 31,4 persen.

Tema Hari Laut Sedunia 2022

Hari Laut Sedunia yang diperingati setiap tanggal 8 Juni setiap tahunnya, seperti hari ini (8/6/22) mencoba mengungkit kesadaran kita sebagai manusia akan pentingnya mengelola sumber daya laut dengan baik dan bijak.

Tema Hari Laut Sedunia tahun 2022 ini menyoroti Revitalization: collective action for the ocean atau Revitalisasi: aksi kolektif untuk laut.

Melansir United Nations, Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengajak seluruh masyarakat dunia untuk ikut berperan aktif menjaga laut dengan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya membangun hubungan yang selaras dengan laut.

Sementara itu, dalam Undang-undang RI No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup merumuskan bahwa lingkungan merupakan kesatuan ruang yang semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.

Dari sisi ini jelas bahwa manusia memiliki andil yang besar dalam mempengaruhi keberlangsungan dan dinamika lingkungan. Di mana Lingkungan meliputi keadaan baik yang disebut makhluk hidup maupun benda, termasuk pula keadaan-keadaan yang mempengaruhi keberadaan makhluk hidup dan benda. Keadaan-keadaan yang kemudian juga disebut hukum alam memang akan mengalami keadaan homeostasis (keseimbangan).

Tetapi, tentu saja jika pengaruh manusia masih dalam batas kewajaran dan memberikan pengaruh baik pada lingkungan.

Baca Juga : Hari Laut Sedunia : 5 Alasan Laut Penting bagi Kehidupan Kita

Wilayah Pesisir Laut

Wilayah pesisir kini menjadi semacam primadona sekaligus menjadi surga bagi masyarakat karena memberi peluang kesejahteraan secara ekonom dan sosial.

Selain itu, secara psikologis juga memberikan pengaruh baik dengan banyaknya kunjungan wisata ke pesisir laut dan atau wisata bahari.

Cukup banyak masyarakat yang mulai beralih ke laut dalam berbagai hal, karena laut kaya dengan segala keanekaragaman hayati dan ekosistemnya.

Apabila dimanfaatkan dan dikelola secara baik dan profesional tentu saja akan memberikan dampak bagi kesejahteraan manusia. Hal tersebut berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan jumlah penduduk di wilayah pesisir yang semakin pesat.

Namun, bila pemanfaatan sumberdaya pesisir laut tidak terkendali, misalnya akibat pembangunan di sekitar pantai yang tidak memperhatikan AMDAL dan menumpuknya sampah yang bermuara di laut akibat terbawa arus sungai, serta penangkapan ikan besar-besaran tanpa memperhatikan kaidah-kaidah kelestarian yang sustainable, maka akan menjadi ancaman bagi keberlangsungan sumberdaya perikanan di masa yang akan datang.

Harapan Bersama

Semoga semua pihak bergandengan tangan menerapkan cara-cara yang lebih baik dan melakukan penanggulangan kerusakan ekosistem laut dengan memperhatikan berbagai aspek baik ekonomi,lingkungan dan manajemen sehingga sumber daya perikanan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Selamat Hari Laut Sedunia, 8 Juni 2022, Sobat Siapbelajar.

Semoga seluruh generasi dapat menjaga dan melestarikan laut serta ekosistem di dalamnya, sehingga keberlangsungan hidup yang baik bisa tertata dan terjaga.    

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1666058595426_1666058672

Saintek

2023, Ada Perhatian Khusus untuk Pendidikan Anak Nelayan dan Petambak Garam

SIAPBELAJAR.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KP) melalui Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) meresmikan Gedung Operasional Rektorat Kampus Rintisan Program Stud
1657271234015_1657271243

Seniraga

Program Revitalisasi Bahasa Daerah Dilirik UNESCO

SIAPBELAJAR.COM - UNESCO menyetujui usulan Badan Bahasa menjadikan Indonesia tuan rumah penyelenggaraan peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional. Hal ini menjadi prestasi tersendiri, karena baru per
1656928690102_1656928706

Seniraga

4 Tantangan dalam Pelestarian dan Melindungi Bahasa Daerah

SIAPBELAJAR.COM - Pemerintah terus mengupayakan perlindungan bahasa daerah meski upaya perlindungan bahasa daerah terus menghadapi sejumlah tantangan. Salah satu langkah yang diupayakan adalah mengga
1656590740216_1656590761

Trending

Wajah Baru Taman Ismail Marzuki Setelah di Revitalisasi

SIAPBELAJAR.COM - Usai direvitalisasi Taman Ismail Marzuki hadir dengan wajah baru. Taman Ismail Marzuki (TIM) kini memiliki tampilan yang instagramable sehingga sering kali dijadikan lokasi berfoto
1655987658548_1655987766

Saintek

Para Ahli kembangkan Robot Ikan Sebagai Solusi dari Masalah Polusi mikroplastik di laut

SIAPBELAJAR.COM - Robot ikan atau Robo-Fish ini dikembangkan oleh para ilmuan di Universitas Sichuan, China. Robo-fish ini diharapkan dapat mengurangi polusi di laut, dengan cara berenang dan menyer