Tema Hari Laut Sedunia: Revitalization: collective action for the ocean atau Revitalisasi: aksi kolektif untuk laut.
SIAPBELAJAR.COM - Manusia telah memberikan tekanan besar pada ekosistem laut melalui ekstraksi sumber daya. Pertambahan jumlah penduduk sangat berpengaruh pada tingkat konsumsi sumber daya laut dan polusi sampah yang super banyak, terutama sampah plastik.
Bila sampah-sampah itu digabungkan menjadi satu maka bisa dibayangkan betapa tingginya, ia akan menyerupai gunungan-gunungan sampah yang tingginya bisa saja menyamai tinggi gunung yang ada di Indonesia.
Selain itu, pemanasan global bisa terjadi di daerah-daerah dingin seperti kutub utara dan kutub selatan yang memiliki bongkahan-bongkahan es yang sudah mulai mencair sejak lama.
Es yang mencair menyebabkan naiknya tingkat permukaan laut global yang tentu menjadi ancaman bagi keselamatan bumi, di berbagai negara mengalami kenaikan suhu antara 1,40C-5,90C dan berdampak pula pada terjadinya disaster seperti kekeringan, badai topan, El Nino, badai siklon tropis, banjir dan bencana lainnya yang berpengaruh kestabilan fungsi lingkungan sebagai sumber daya alam.
Baca Juga : Peringatan Hari Laut Seduni 2022 di Wakatobi
Tingginya tingkat konsumsi manusia terhadap sumber daya laut menurut FAO ada sekitar 89,5 persen stok ikan di seluruh dunia yang ditangkap sepenuhnya sebanyak 58,1 persen atau ditangkap berlebihan sebanyak 31,4 persen.
Tema Hari Laut Sedunia 2022
Hari Laut Sedunia yang diperingati setiap tanggal 8 Juni setiap tahunnya, seperti hari ini (8/6/22) mencoba mengungkit kesadaran kita sebagai manusia akan pentingnya mengelola sumber daya laut dengan baik dan bijak.
Tema Hari Laut Sedunia tahun 2022 ini menyoroti Revitalization: collective action for the ocean atau Revitalisasi: aksi kolektif untuk laut.
Melansir United Nations, Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengajak seluruh masyarakat dunia untuk ikut berperan aktif menjaga laut dengan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya membangun hubungan yang selaras dengan laut.
Sementara itu, dalam Undang-undang RI No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup merumuskan bahwa lingkungan merupakan kesatuan ruang yang semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.
Dari sisi ini jelas bahwa manusia memiliki andil yang besar dalam mempengaruhi keberlangsungan dan dinamika lingkungan. Di mana Lingkungan meliputi keadaan baik yang disebut makhluk hidup maupun benda, termasuk pula keadaan-keadaan yang mempengaruhi keberadaan makhluk hidup dan benda. Keadaan-keadaan yang kemudian juga disebut hukum alam memang akan mengalami keadaan homeostasis (keseimbangan).
Tetapi, tentu saja jika pengaruh manusia masih dalam batas kewajaran dan memberikan pengaruh baik pada lingkungan.
Baca Juga : Hari Laut Sedunia : 5 Alasan Laut Penting bagi Kehidupan Kita
Wilayah Pesisir Laut
Wilayah pesisir kini menjadi semacam primadona sekaligus menjadi surga bagi masyarakat karena memberi peluang kesejahteraan secara ekonom dan sosial.
Selain itu, secara psikologis juga memberikan pengaruh baik dengan banyaknya kunjungan wisata ke pesisir laut dan atau wisata bahari.
Cukup banyak masyarakat yang mulai beralih ke laut dalam berbagai hal, karena laut kaya dengan segala keanekaragaman hayati dan ekosistemnya.
Apabila dimanfaatkan dan dikelola secara baik dan profesional tentu saja akan memberikan dampak bagi kesejahteraan manusia. Hal tersebut berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan jumlah penduduk di wilayah pesisir yang semakin pesat.
Namun, bila pemanfaatan sumberdaya pesisir laut tidak terkendali, misalnya akibat pembangunan di sekitar pantai yang tidak memperhatikan AMDAL dan menumpuknya sampah yang bermuara di laut akibat terbawa arus sungai, serta penangkapan ikan besar-besaran tanpa memperhatikan kaidah-kaidah kelestarian yang sustainable, maka akan menjadi ancaman bagi keberlangsungan sumberdaya perikanan di masa yang akan datang.
Harapan Bersama
Semoga semua pihak bergandengan tangan menerapkan cara-cara yang lebih baik dan melakukan penanggulangan kerusakan ekosistem laut dengan memperhatikan berbagai aspek baik ekonomi,lingkungan dan manajemen sehingga sumber daya perikanan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Selamat Hari Laut Sedunia, 8 Juni 2022, Sobat Siapbelajar.
Semoga seluruh generasi dapat menjaga dan melestarikan laut serta ekosistem di dalamnya, sehingga keberlangsungan hidup yang baik bisa tertata dan terjaga.
Saintek
Seniraga
Seniraga
Trending
Saintek
05 April 2026 - 21:06 wib
10 August 2023 - 12:55 wib
10 August 2023 - 10:17 wib
10 August 2023 - 10:13 wib
10 August 2023 - 10:10 wib