4 Tantangan dalam Pelestarian dan Melindungi Bahasa Daerah

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Seniraga
1656928690102_1656928706

Fenomena perkawinan antar etnis turut menjadi tantangan dalam pelindungan bahasa daerah

SIAPBELAJAR.COM - Pemerintah terus mengupayakan perlindungan bahasa daerah meski upaya perlindungan bahasa daerah terus menghadapi sejumlah tantangan. Salah satu langkah yang diupayakan adalah menggalakkan program Merdeka Belajar Episode 17: Revitalisasi Bahasa Daerah.

Kepala Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa dan Sastra (Pusbanglin) Badan Bahasa Kemendikbudristek, Imam Budi Utomo, mengatakan, setidaknya ada empat tantangan dalam perlindungan bahasa daerah.

Tantangan Bahasa Daerah

Imam menyoroti beberapa tantangan dalam melestarikan dan perlindungan bahasa daerah menjadi empat poin penting, yakni:

  1. Sikap bahasa penutur jati. Sikap bahasa penutur jati bersinggungan dengan bagaimana para penutur bahasa asli yang menganggap apakah bahasa yang mereka gunakan tersebut masih penting atau tidak. "Sering kali penutur asli menganggap menurunkan bahasa daerah ke generasi berikutnya kurang penting, lebih penting mendorong anak-anaknya mempelajari bahasa asing," ujar Kepala Pusbanglin.
  2. Migrasi dan mobilitas. Migrasi dan mobilitas yang tinggi, misalnya ada perpindahan orang dari satu wilayah ke wilayah lain, dan ketika mereka sudah tidak menggunakan bahasa daerah mereka, hal itu akan membuat bahasa daerah akan mati dengan sendirinya.
  3. Perkawinan antaretnis. Fenomena perkawinan antaretnis yang terjadi, dengan latar belakang daerah yang berbeda juga turut menjadi tantangan dalam pelindungan bahasa daerah. "Akan menimbulkan konflik di dalam keluarga. Misalnya mereka mau membesarkan anak-anaknya dengan bahasa apa, apakah bahasa milik si ayah, si ibu, atau bahasa lain?" kata Imam.
  4. Globalisasi. Di Indonesia bahasa daerah hidup berdampingan dengan bahasa Nasional yakni Indonesia dan bahasa asing di samping dengan sesama bahasa daerah lainnya. Satu sama lain terjalin kontak sosial yang memengaruhi bahasa-bahasa yang digunakan. Bahasa yang kuat akan bertahan dan mempersempit ruang gerak bahasa-bahasa lain yang eksistensinya lemah. Di luar persfektif tren, Sobat Siapbelajar.com tentu mengetahui adanya fenomena Bahasa anak Jaksel adalah salah satu contoh yang paling jelas. 

Baca Juga: Mengenal Idiom, Ungkapan dalam Bahasa Inggris yang Sering Digunakan

Revitalisasi Bahasa Daerah

Oleh karena itu, Kemendikbudristek saat ini tengah gencar melakukan upaya revitalisasi bahasa daerah. Revitalisasi bahasa daerah merupakan salah satu langkah penting dalam upaya perlindungan bahasa dan sastra. Menurut Kepala Pusbanglin, upaya perlindungan bahasa dan sastra meliputi:

  1. Pemetaan bahasa
  2. Kajian vitalitas bahasa
  3. konservasi
  4. Revitalisasi
  5. Registrasi.

Tujuan revitalisasi bahasa daerah ini, pertama, para penutur muda akan menjadi penutur aktif bahasa daerah dan mempelajari bahasa daerah dengan penuh suka cita melalui media yang mereka sukai.

"Kedua, menjaga kelangsungan hidup bahasa dan sastra daerah. Ketiga, menciptakan ruang kreativitas dan kemerdekaan bagi para penutur bahasa daerah untuk mempertahankan bahasanya, dan keempat, menemukan fungsi dan rumah baru dari sebuah bahasa dan sastra daerah," ujar Imam. 

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1659499420960_1659499427

Seniraga

Cara KBST Lestarikan Sastra Lisan Tambi

SIAPBELAJAR.COM – Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara (KBST) punya beragam cara dalam melestarikan Sastra Lisan Tambi di Desa Lipu, Kadatua, Buton Selatan. Salah satunya melalui Pen
1658844907140_1658844880

Saintek

ChineseRd Gelar International Summer Camp Guna Tingkatkan Minat Belajar Bahasa Mandarin

SIAPBELAJAR.COM - ChineseRd, lembaga pelatihan Bahasa Mandarin yang berbasis di Shenzhen, menggelar International Summer Camp pada 18 hingga 22 Juli 2022. Kegiatan yang diselenggarakan secara darin
1657687994676_1657688018

Trending

Bahasa Daerah Terancam Punah, Apa yang Dikerjakan Pemerintah?

SIAPBELAJAR.COM - Dalam 30 tahun terakhir, ada 200 bahasa daerah di dunia yang sudah punah. Pada 21 Februari 2009 UNESCO merilis data, sekitar 2.500 bahasa di dunia, termasuk lebih dari 100 bahasa d
1657271234015_1657271243

Seniraga

Program Revitalisasi Bahasa Daerah Dilirik UNESCO

SIAPBELAJAR.COM - UNESCO menyetujui usulan Badan Bahasa menjadikan Indonesia tuan rumah penyelenggaraan peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional. Hal ini menjadi prestasi tersendiri, karena baru per
1657235457418_1657235492

Saintek

Upaya Balai Bahasa Jawa Tengah Jawab Isu Global Kepunahan Bahasa

SIAPBELAJAR.COM - Berdasarkan data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), dalm 30 tahun terakhir, 200 bahasa daerah di dunia punah. Di Indonesia terdapat sekitar