SIAPBELAJAR .COM - Indonesia menempati posisi kedua setelah China sebagai negara penghasil sampah laut terbesar dunia. Kini, kita harus berupaya keras untuk mengurangi angka tersebut.
Diperkirakan pada tahun 2015 dari 192 negara di dunia diketahui menghasilkan sampah sebanyak 2,5 miliar ton per tahun. 275 juta metrik ton lainnya adalah sampah plastik, dan 8 juta metrik ton dari sampah plastik tersebut mencemari lautan.
Hal ini disampaikan oleh Agus Supriyanto, Direktorat Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Baca juga: Vape vs Rokok, Sama Negatifnya
Lalu pada tahun 2018, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melakukan studi pada 18 lokasi di seluruh Indonesia. Diketahui bahwa jumlah sampah laut di Indonesia adalah 0,27 sampai 0,59 juta ton per tahun
Sampah Pelastik Mengancam Punahnya Satwa
Lebih dari sekadar merusak pemandangan dan mengkhawatirkan, sampah ini bisa mematikan satwa di seluruh dunia. Kantong plastik, tutup botol, poros pena, dan lainnya ditemukan secara rutin di perut burung laut, kura-kura, ikan, dan bahkan paus yang mati.
Pada bulan November lalu, seekor paus sperma terdampar dan mati di pantai Indonesia dengan botol, kantong, sandal jepit, dan bahkan 115 gelas di perutnya. Karena plastik dirancang untuk tetap utuh selamanya, maka benda ini tidak akan hilang.
Plastik terurai menjadi potongan-potongan yang lebih kecil dan lebih kecil, akhirnya menjadi "mikroplastik" yang dapat dicerna oleh plankton dan organisme kecil lainnya yang kemudian dimakan oleh makhluk yang lebih besar dan mengirimkan partikel plastik kecil melalui rantai makanan ke atas dan ke atas termasuk ke manusia.
Saat kita dihadapkan dengan tugas yang tampaknya mustahil yaitu membersihkan kekacauan plastik kita, ada satu solusi yang tidak boleh diabaikan dengan pengambilan sampah plastik.
Tempat pertama untuk memulai adalah pelabuhan dan teluk terutama di daerah perkotaan, tempat sebagian besar polusi plastik laut dimulai. Diperkirakan lebih dari 90% plastik di laut sampai di sana melalui 10 sungai utama dunia.
Saintek
Trending
Saintek
Saintek
Trending
05 April 2026 - 21:19 wib
05 April 2026 - 18:33 wib
05 April 2026 - 16:22 wib
05 April 2026 - 09:13 wib
05 April 2026 - 09:11 wib