SIAPBELAJAR.COM – Hingga saat ini sampah masih menjadi
masalah yang tak kunjung selesai. Dari waktu ke waktu terus menumpuk. Bukan hanya
di TPA, tapi juga di TPS-TPS liar pinggir jalan hingga trotoar.
Namun, bagi sebagian orang, sampah bukanlah masalah, tapi malah jadi berkah. Sudah ada banyak orang yang berhasil mengubah sampah menjadi pundi-pundi rupiah. Bahkan, PT Solo Citra Metro Plasma Power (SCMPP) menggarapnya ke skala yang lebih luas, yakni membuat Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) atau Pengolahan Sampah untuk Energi Listrik (PSEL) Putri Cempo.
Direktur PT SCMPP, Elan Syuherlan, mengatakan, teknologi yang digunakan adalah wet pyrolysis, gasification (1500oC), syngas treatment, dan gas engine, di mana teknologi tersebut dapat memproduksi listrik yang lebih besar karena memiliki recovery energi dan efisiensi yang tinggi.
Baca juga: WhatsApp, IG, Fb, Google ke Depan Kemungkinan Tidak Bisa Diakses Lagi
Wet pyrolysis akan mengubah sampah padat perkotaan menjadi
biochar. Selanjutnya, melalui proses gasifikasi, biochar diubah menjadi gas
sintetis yang kemudian dikonversi menjadi energi listrik.
Ia menyebutkan, sebenarnya untuk produksi secara resmi dapat dilakukan pada Desember tahun ini, menyusul sudah terpasangnya seluruh alat produksi.
"Totalnya (alat) ada delapan unit, hingga saat ini baru empat unit yang terpasang. Kami menunggu yang besar-besar belum datang, masih dalam perjalanan," ujarnya.
Dihasilkan dari Energi Panas
Belum lama ini telah dilakukan uji coba di kawasan Tempat
Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo Solo yang berlokasi di Kelurahan Mojosongo,
Kecamatan Jebres, Kota Solo.
Dalam prosesnya, sampah masuk ke pembakaran, kemudian masuk
ke junction box, lalu masuk ke siklon dan ke back filter. “Jadi, saringan udara
untuk membersihkan singgahnya dari saringan udara masuk. Kemudian, ke head
exchanger untuk menurunkan temperatur. Setelah itu baru dilakukan filter halus
untuk menyaring partikel-partikel halus. Setelah bersih, masuk ke mesin gas
engine generator genset," papar Elan.
Ia mengaku optimistis, pada Januari 2023 sudah bisa menjual
daya listrik yang diproduksi ke PLN. Volume listrik yang diproduksi dari olahan
sampah ini sebesar 8 megawatt (MW). Dari total tersebut, 5 MW di antaranya akan
dijual ke PLN, sedangkan 3 MW akan digunakan sendiri oleh PLTSa Putri Cempo.
Untuk delapan mesin yang dioperasikan nanti, diperlukan 545 ton sampah per hari. Saat ini, Kota Surakarta hanya mampu menyediakan 350 ton.
Oleh karenanya, ke depan, akan membangun komunikasi dengan daerah se-Soloraya agar tidak perlu membuang sampah ke TPS lain, tetapi bisa dibuang ke Solo. ***
Saintek
Trending
Saintek
Saintek
Keluarga
12 April 2026 - 20:13 wib
05 April 2026 - 21:05 wib
05 April 2026 - 16:34 wib
05 April 2026 - 16:33 wib
05 April 2026 - 16:32 wib