10 Siswa Madrasah Bakal Belajar di Eropa dan Amerika

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Saintek
1659769900742_1659769910

Mereka merupakan para siswa berprestasi yang terpilih dari lebih 30.000 calon peserta yang mendaftar

SIAPBELAJAR.COM -  Sepuluh siswa madrasah mendapat kesempatan untuk belajar di Eropa dan Amerika selama satu tahun. Sebelumnya mereka mengikuti seleksi program AFS dan Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study (YES), dan dinyatakan lolos.

Kasubdit Kesiswaan pada Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan Madrasah, berpesan, selama di negara tujuan para siswa mampu menunjukkan identitas dan karakter sebagai siswa madrasah.

“Kalian harus sungguh-sungguh menggunakan kesempatan ini untuk belajar, belajar untuk hidup dan kehidupan, serta kalian merupakan generasi penerus di Indonesia Emas 2045 yang memegang peranan dalam memajukan Indonesia,” ujarnya, Jumat (5/8).

Sepuluh siswa madrasah itu merupakan lulusan MAN 2 Kota Makassar, MAN 1 Jombang, MAN Insan Cendikia Serpong, MAN 2 Kudus, MAN 2 Malang, MAN 2 Pekanbaru, MAN 2 Pontianak, MAN Insan Cendikia Bangka Tengah, MAN Kapuas, dan MAN Model Banda Aceh. Mereka menjadi bagian dari 96 siswa yang lolos program AFS dan Yes.

Sebanyak 26 siswa mengikuti program AFS. Mereka akan berangkat ke berbagai negara, yaitu: Belgia, Brazil, Denmark, Prancis, Jerman, Yunani, Hungaria, Italia, Serbia, Swedia, Swiss. Sebanyak 70 siswa ikut program YES. Mereka akan berangkat ke Amerika Serikat.

Mereka merupakan para  siswa berprestasi yang terpilih dari lebih 30.000 calon peserta yang mendaftar. Mereka mengikuti seleksi di 20 chapter Bina Antarbudaya, lalu terpilih untuk mengikuti Program AFS dan YES di tahun 2022-2023.

Tahun ini, seluruh proses pendaftaran dan seleksi dilakukan secara daring dengan dukungan dari para relawan Bina Antarbudaya. Di Indonesia, program AFS dan YES dilkelola oleh Yayasan Bina Antarbudaya. 

Berdiri pada 2 Mei 1985, Yayasan Bina Antarbudaya sebagai organisasi nirlaba yang bergerak dalam bidang pendidikan terus meningkatkan peran melalui program-program yang dikelolanya. AFS merupakan program pertukaran pelajar pertama yang dikelola Bina Antarbudaya berafiliasi dengan AFS Intercultural Programs, sebuah organisasi nirlaba berbasis relawan yang tertua dan terbesar di dunia. ***

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1701856912614_1701857019

Trending

Keindahan Kampung Adat Cirendeu

Kampung Adat Cireundeu terletak di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat. Kampung ini memiliki luas 64 hektar, terdiri dari 60 hektar untuk pertanian dan 4 hektar unt
1690613919532_1690613930

Share and Care

Kebudayaan yang Ada di Jepang: Unik, Menarik, dan Mengagumkan

Jepang adalah negara yang terkenal dengan kebudayaannya yang kaya dan beragam. Kebudayaan Jepang mencerminkan sejarah, geografi, agama, dan nilai-nilai masyarakatnya. Kebudayaan Jepang juga dipengaruh
1666600927964_1666600953

Saintek

Madrasah Tumbuh Pesat, Tenaga Pengawas Kurang

SIAPBELAJAR.COM – Kepala Balitbang Diklat Kementerian Agama, Suyitno, mengatakan, saat ini madrasah mengalami pertumbuhan pesat. Di satu sisi bagus, namun di sisi lain ada yang kurang, yakni
1665817794977_1665817803

Saintek

Rekrut Guru Muda Profesional, Kemenag Bakal Buka PPG Prajabatan

SIAPBELAJAR.COM - Kementerian Agama akan segera membuka program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Madrasah Prajabatan. Petunjuk teknis pelaksanaannya diperkirakan selesai akhir 2022, sehingga tahun depa
1665817172319_1665817179

Saintek

Terinspirasi Hadis Lalat, Siswa MAN 2 Tasik Raih Juara II Myres 2022

SIAPBELAJAR.COM – Inspirasi bisa bersumber dari mana saja, termasuk dari hadis. Itulah yang dialami Nabilah Husniyyah, siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Tasikmalaya. Ia meneliti manfaat sayap