Dalam tema kewirausahaan, peserta didik merancang strategi untuk meningkatkan potensi ekonomi lokal
SIAPBELAJAR.COM – Bagi banyak orang, sampah hanyalah seonggok
barang bekas yang tak mempunyai nilai jual. Tapi tidak bagi orang-orang kreatif.
Sampah bisa diolah menjadi satu barang, sehingga bermanfaat untuk keperluan sehari-hari.
Seperti yang dilakukan siswa SMP Negeri 39 Padang, Sumatra Barat. Sekolah yang berlokasi di pinggir Pantai Purus, Kota Padang, itu berhasil mengolah sampah langkitang yang banyak ditemukan di sepanjang pinggir pantai, menjadi produk kerajinan yang mempunyai nilai jual.
Langkitang adalah jenis siput air tawar yang hidup di danau, sungai, hingga muara. Cangkang langkitang berwarna hitam dengan bentuk memanjang dan ramping. Isinya bisa disantap sebagai kudapan, dan menjadi salah satu kudapan favorit yang dijual pedagang makanan di sepanjang pantai. Tak heran, di sana banyak sampah dari cangkang langkitang yang berserakan di pinggir pantai.
Melihat kondisi itu, SMPN 39 Padang menjadikannya sebagai tema kewirausahaan dalam mengembangkan kreativitas para siswa.
“Saya berpikir,
kenapa itu tidak dimanfaatkan? Jadi saya agak sedikit memaksa kepada guru
prakarya. Saya bilang begini, prakarya itu kan apapun materinya dari MGMP
biasanya kan sama, misalnya membuat sesuatu. Jadi coba bahan dasarnya dari
langkitang. Terserah mau dibuat apa. Pokoknya bahannya langkitang,” tutur Kepala
SMPN 39 Padang, Erawati.
Pihak sekolah lantas memulai projek profil pelajar Pancasila
untuk tema kewirausahaan dengan membuat asbak rokok dari cangkang langkitang.
Setelah itu para siswa dan guru mencari inspirasi lain di internet maupun sumber
lain untuk membuat produk kerajinan lain dari kerang. Sekarang sudah ada banyak
bentuknya, seperti cermin hingga tempat pensil.
Profil Pelajar Pancasila
Erawati mengatakan, pembelajaran berbasis projek (project
based learning) seperti membuat karya dari langkitang, berbeda dengan metode
pembelajaran lain di kelas. Pembelajaran berbasis projek lebih menyenangkan
bagi siswa. “Ketika projek, siswa menganggapnya seperti main-main, padahal
sebenarnya mereka kita nilai saat mengerjakan sesuatu, jadi ada proses yang
kita nilai,” katanya.
Tema kewirausahaan menjadi salah satu dari tujuh tema
pilihan untuk diangkat dalam projek profil pelajar Pancasila. Keenam tema
lainnya yaitu Gaya Hidup Berkelanjutan, Kearifan Lokal, Bhinneka Tunggal Ika,
Bangunlah Jiwa dan Raganya, Suara Demokrasi, dan Berekayasa dan Berteknologi
untuk Membangun NKRI.
Dalam tema kewirausahaan, peserta didik merancang strategi
untuk meningkatkan potensi ekonomi lokal. Kegiatan dalam projek ini bisa berupa
kegiatan ekonomi rumah tangga, berkreasi untuk menghasilkan karya bernilai
jual, atau kegiatan lain yang ditindaklanjuti dengan proses analisis dan
refleksi dari hasil kegiatan peserta didik.
Projek tersebut diharapkan bisa menumbuhkembangkan kreativitas dan budaya kewirausahaan untuk peserta didik. Selain itu, peserta didik juga dapat membuka wawasan tentang peluang masa depan, peka akan kebutuhan masyarakat, menjadi problem solver yang terampil, serta siap untuk menjadi tenaga kerja profesional penuh integritas. ***
Saintek
Saintek
Saintek
12 April 2026 - 20:13 wib
05 April 2026 - 21:05 wib
05 April 2026 - 16:34 wib
05 April 2026 - 16:33 wib
05 April 2026 - 16:32 wib