UPI Promosikan Belajar Angklung bagi Anak Disabilitas Jepang

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Saintek
1660713457607_1660713490

UPI Promosikan Belajar Angklung bagi Anak Disabilitas Jepang

SIAPBELAJAR.COM - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo terus melakukan upaya-upaya diplomasi budaya melalui pengenalan musik dan tarian tradisional kepada warga Jepang, terutama dalam  mempertahankan dan mempererat hubungan Indonesia – Jepang yang akan mencapai 65 tahun pada 2023.

Di sektor pendidikan dan kebudayaan, upaya mempertemukan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung dengan dua perguruan tinggi Jepang, Chubu Gakuin University dan Chubu Gakuin College, telah menghasilkan penandatangan Nota Kesepahaman/Memorandum of Understanding (MoU) di Ruang Serba Guna Lantai 9, KBRI Tokyo, Jumat (12/8).

Duta Besar RI di Tokyo, Heri Akhmadi yang ikut menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman, menyambut baik kesepakatan ini karena salah satu cakupan dan bidang kerja sama yang menarik berupa promosi metode pengajaran permainan angklung bagi siswa disabilitas di Jepang yang dikembangkan oleh pelatih angklung KABUMI UPI Ardian Sumarwan.

“Angklung merupakan warisan budaya milik Indonesia yang sudah diakui UNESCO sejak 2010 lalu. Tugas bersama kita semua mempertahankan eksistensi angklung dengan terus mempromosikannya di berbagai belahan dunia,” ucap Dubes Heri.

Dubes Heri melanjutkan, dalam bidang pendidikan dan kebudayaan, Jepang sangat memperhatikan kebutuhan seluruh warganya, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus.

“Pengembangan dan pengenalan metode bermain angklung pada siswa disabilitas di sekolah Jepang oleh warga Indonesia merupakan kontribusi positif dalam penguatan hubungan Indonesia – Jepang,” terangnya.

Komitmen Bersama Pembelajaran

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kebudayaan UPI, Ayo Sunaryo, menilai kesepakatan ini menghasilkan komitmen bersama tentang implementasi kunjungan pembelajaran dan program gabungan, khususnya pengembangan pendidikan tentang seni tradisional Indonesia yang akan dijadikan materi pembelajaran seni di universitas dan sekolah luar biasa, khususnya seni angklung untuk dosen, guru seni, calon guru seni, dan siswa disabilitas.

“Seni angklung dipilih karena sangat cocok untuk pembelajaran seni khususnya pada siswa disabilitas. Angklung tidak bisa digantikan dengan alat musik yang ada di Jepang,” ucap Ayo.

Ayo menilai kerja sama bidang seni yang telah berjalan dan penjajakan kerja sama akademik merupakan urgensi era ini. “Kami yakin seni tradisional Indonesia bukan saja dikenal, tetapi dibutuhkan untuk pembelajaran seni di sekolah-sekolah dan universitas Jepang. Kami juga mendorong agar dosen dan guru Jepang terus dapat mengembangkan materi pembelajaran seni khususnya angklung dalam kurikulum mereka,” papar Ayo.  

Diplomasi Budaya

Atase Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia untuk Jepang, Yusli Wardiatno, yang mendampingi Dubes Heri Akhmadi menjelaskan bahwa kerja sama dalam bidang seni budaya merupakan jembatan kedua yang dibangun KBRI Tokyo, usai sebelumnya memfasilitasi kolaborasi antara Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Teknologi Bandung (FSRD ITB) dengan Joshibi University of Arts and Design beberapa waktu lalu.

“Diplomasi budaya melalui pendidikan sangat penting bagi Indonesia dan Jepang. Kesepakatan hari ini merupakan bukti pengakuan lembaga pendidikan Jepang terhadap kemampuan pendidik Indonesia dalam pengembangan Teknik Pendidikan Seni bagi siswa disabilitas. Kita harus bangga dengan itu,” jelas Yusli.

Yusli menambahkan, dalam diskusi lanjutan yang juga dihadiri oleh Dosen Gifu University, Yoshitaka Suzuki, disepakati akan dilakukan suatu konser angklung dengan penampil siswa berkebutuhan khusus pada tahun 2023 untuk memeriahkan 65 tahun hubungan Indonesia – Jepang.

Delegasi UPI yang hadir pada penandatanganan nota kesepahaman, adalah Staf Biro Kerja sama Luar Negeri, Cep Ubad Abdullah;  Kepala UPT Kebudayaan, Ayo Sunaryo; Pelatih Angklung Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Keluarga Besar Bumi Siliwangi (Kabumi), Ardian Sumarwan; Pelatih Gamelan UKM Kabumi, Hadi Setiadi; dan Pelatih Tari UKM Kabumi, Rivaldi Indra Hafidzin.

Chubu Gakuin University dan Chubu Gakuin College, sementara itu, diwakili President of Chubu Gakuin University, Ema Satoshi; President of Chubu Gakuin College, Fumie Katagiri; Assistant President and Director of International Exchange and Regional Collaboration, Hideomi Tauchi; Planning Manager, Makoto Kikuchi; dan perwakilan Strategy Planning Division and Public Relations Office, Koichiro Noguchi.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1681477683680_1681477517

Saintek

Mahasiswa Internasional Harus Mengikuti Ujian Akhir di Ukraina

SIAPBELAJAR.COM - Mahasiswa Asia dan Afrika yang meninggalkan Ukraina setelah Rusia menginvasi negara itu pada 24 Februari 2022 telah diberitahu bahwa mereka harus mengikuti tes yang diperlukan di
1678875602029_1678875471

Saintek

Fasilitas Prosedur Permohonan Visa Kategori Siswa F-1 di Amerika Serikat

SIAPBELAJAR.COM - Layanan Kewarganegaraan dan Imigrasi Amerika Serikat atau United States Citizenship and Immigration Services  (USCIS) telah memfasilitasi prosedur pengarsipan online untuk beberap
1677769409058_1677769289

Saintek

Perubahan Prosedur Permohonan Izin Tinggal untuk Pelajar Internasional di Swedia

SIAPBELAJAR.COM - Pihak berwenang Swedia berencana untuk menyederhanakan prosedur permohonan izin tinggal untuk pelajar internasional dan sarjana dari negara bebas visa, sehingga mereka tidak diwaj
1675393775079_1675393689

Saintek

Australia Bersiap untuk Kedatangan Ribuan Pelajar dari China

SIAPBELAJAR.COM - Pihak berwenang Australia mengatakan bahwa mereka sedang mempersiapkan kedatangan ribuan pelajar dari China menyusul peringatan Kementerian Pendidikan China untuk pelajar yang ter
1674699523886_1674699447

Saintek

India Menjadi Negara Teratas Sumber Pengajuan Visa Pelajar Australia

SIAPBELAJAR.COM - Saat ini India menjadi sumber utama pelajar internasional yang mengajukan visa ke Australia, melampaui China yang terus mempertahankan posisi ini selama bertahun-tahun.Data awal y