Misteri Hewan Purba yang Tidak Memiliki Anus

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Saintek
1661053757336_1661053774

Misteri Fosil Makhluk Tak Punya Anus Berusia 500 Juta Tahun

SIAPBELAJAR.COM - Akhirnya, setelah bertahun-tahun, sekelompok ilmuwan dapat memecahkan misteri evolusi makhluk mikroskopis berduri yang memiliki mulut tapi tidak punya anus berusia 500 juta tahun. Fosil kecil dari bintang laut yang tampak seperti karung ini ditemukan pada tahun 2017.

Saat ditemukan, diperkirakan kemungkinan adalah nenek moyang manusia paling awal yang sejauh ini diketahui.

Dikutip dari BBC Indonesia, Jumat (19/8/2022), hewan purba tersebut dikenal dengan nama Saccorhytus coronarius dan sempat ditempatkan ke dalam kelompok yang disebut deuterostom. Binatang ini diyakini adalah nenek moyang paling primitif dari kelompok vertebrata, termasuk manusia.

Namun, dalam sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa Saccorhytus seharusnya termasuk dalam kelompok hewan yang sama sekali berbeda.

Kesimpulan Awal

Studi gabungan untuk mengungkap misteri makhluk mikroskopis tak punya anus ini juga dilakukan peneliti asal China dan Inggris.

Mereka melakukan analisis sinar-X yang sangat rinci terhadap makhluk tersebut. Para peneliti ini menyimpulkan bahwa makhluk ini termasuk kelompok yang disebut ecdysozoans, yang diyakini merupakan nenek moyang laba-laba dan serangga.

Kendati demikian, sumber kebingungan perihal sejarah evolusi ini adalah tidak adanya anus pada hewan misterius tersebut. "Agak membingungkan. Kebanyakan binatang dalam kelompok ecdysozoans memiliki anus, jadi mengapa yang ini tidak?" kata Emily Carlisle, seorang peneliti yang mempelajari Saccorhytus secara rinci, kepada BBC Radio 4's Inside Science.

Jawaban yang kemudian memancing rasa ingin tahu selanjutnya, kata Carlisle, adalah bahwa nenek moyang yang lebih awal dari kelompok binatang ini tidak memiliki anus. Selanjutnya, menurut dia, Saccorhytus berevolusi setelah itu.

"Bisa jadi dia kehilangan anus selama evolusinya sendiri. Mungkin dia tidak membutuhkannya karena dia hanya bisa duduk di satu tempat dengan satu celah untuk semuanya," ujar Carlisle menjelaskan misteri evolusi makhluk mikroskopis misterius ini.

Belum Terpecahkan

Alasan utama bentuk evolusi makhluk itu, termasuk reposisi Saccorhytus pada pohon kehidupan Kambrium, agar lubang yang mengelilingi mulutnya ditafsirkan sebagai pori-pori untuk insang ini merupakan salah satu keunggulan deuterostom.

Ketika para ilmuwan menggunakan sinar-X yang kuat untuk memeriksa lebih detail makhluk berukuran 1 Milimeter ini, mereka menyadari bahwa lubang tersebut sebenarnya adalah pangkal duri yang patah. Para ilmuwan yang mempelajari fosil-fosil ini mencoba untuk menempatkan setiap hewan di pohon kehidupan

Cara tersebut memungkinkan mereka membangun gambaran untuk memahami dari mana Saccorhytus berasal dan bagaimana mereka berevolusi.

"Saccorhytus akan hidup di lautan dan sedimen. Duri menahan mereka tetap berada di tempatnya," kata Carlisle, periset yang berbasis di University of Bristol

 "Binatang purba ini, menurut kami, hanya duduk di lokasi itu, di lingkungan yang sangat aneh dengan banyak hewan yang akan terlihat seperti beberapa makhluk hidup hari ini, tapi banyak yang tampak benar-benar asing," imbuh Carlisle.

Hingga saat ini, batuan yang mengandung fosil Kambrium ini masih dipelajari. "Ada begitu banyak yang masih bisa dipelajari tentang lingkungannya.

Semakin saya mempelajari paleontologi, semakin saya menyadari betapa banyak yang hilang. Dalam hal konteks Saccorhytus dan tempat tinggalnya, kita benar-benar baru melihat puncak gunung esnya," jelas Carlisle.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1679650718285_1679650570

Saintek

Inggris Menutup Pintu Bagi Mahasiswa dan Ilmuwan China

SIAPBELAJAR.COM - Inggris melarang lebih dari 1.000 mahasiswa pascasarjana dan ilmuwan China untuk belajar dan bekerja di institusi Inggris pada tahun lalu di tengah ketegangan kerja sama akademik
1663551687655_1663551732

Trending

Ilmuwan Kembangkan Plastik yang Bisa Mensterilkan Diri Sendiri

SIAPBELAJAR.COM - Para ilmuwan telah mengembangkan plastik pembunuh virus yang dapat mempersulit serangga, termasuk Covid menyebar di rumah sakit dan panti jompo.Tim di Queen's University Belfast m
1661664756858_1661664782

Keluarga

Ahli Ungkap Manusia Bisa Punya Kembaran meski Bukan Saudara

SIAPBELAJAR.COM - Di situasi dunia saat ini, ada banyak orang yang mungkin pada akhirnya memproduksi manusia dengan sekuens DNA yang mirip, kata Manel Esteller, periset dari Josep Carreras Leukaemi
1661164251181_1661164545

Share and Care

Ilmuwan akan Hidupkan Harimau Tasmania yang Hampir Punah

SIAPBELAJAR.COM - Ilmuwan Amerika serikat dan Australia berencana menghidupkan kembali Harimau Tasmania. Diketahui bahwa harimau Tasmania terakhir mati pada tahun 1936 di kebun Binatang Hobart. Popula
1661053757336_1661053774

Saintek

Misteri Hewan Purba yang Tidak Memiliki Anus

SIAPBELAJAR.COM - Akhirnya, setelah bertahun-tahun, sekelompok ilmuwan dapat memecahkan misteri evolusi makhluk mikroskopis berduri yang memiliki mulut tapi tidak punya anus berusia 500 juta tahun.