SIAPBELAJAR.COM - Lebih
dari 200 beasiswa pascasarjana telah diberikan kepada mahasiswa muda Nigeria
dari Uni Eropa untuk melanjutkan studi di universitas terbaik Eropa di bawah
program Erasmus+.
Dibandingkan dengan
tahun lalu, angka ini menunjukkan peningkatan jumlah siswa Nigeria yang
menerima beasiswa.
Data menunjukkan bahwa
Nigeria menempati urutan kedua setelah Pakistan di antara negara-negara yang
mendapat manfaat dari program ini karena tingginya jumlah siswa yang dipilih
untuk menjadi bagian dari program bergengsi pada tahun 2022.
Siswa yang telah
mendapatkan manfaat dari beasiswa ini, jika mereka berhasil menyelesaikan
program akan menerima ijazah yang akan diberikan bersama oleh konsorsium
universitas dalam kerangka program Magister bersama Erasmus Mundus.
Delegasi Uni Eropa untuk Republik Federal Nigeria mengungkapkan bahwa dalam empat tahun terakhir, terdapat empat kali lipat jumlah warga Nigeria yang dipilih untuk Beasiswa Magister bersama Erasmus Mundus. Seperti yang dijelaskan oleh delegasi, pada tahun 2019 jumlahnya meningkat dari 44 pemenang menjadi 93 pada 2020, 133 pada 2021 dan rekor jumlah lebih dari 200 diberikan pada tahun ini.
Menjadi Negara Dengan Jumlah Penerima Manfaat Terbesar Kedua Secara Global
Nigeria kini menduduki peringkat sebagai negara dengan jumlah penerima manfaat terbesar kedua secara global, meninggalkan banyak negara yang pernah menduduki puncak kelompok ini termasuk Bangladesh, Brasil, India dan Meksiko. Selain itu, sekitar 730 warga Nigeria telah menerima Gelar Master bersama Erasmus Mundus sejak tahun 2004.
“Peningkatan tajam
dalam jumlah warga Nigeria yang mendapatkan manfaat dari program ini dalam
beberapa tahun terakhir mencerminkan program premium yang diberikan Uni Eropa
atas kemitraannya dengan negara tersebut,” kata Ms. Samuela Isopi selaku Duta
Besar Uni Eropa untuk Nigeria dan ECOWAS.
Merupakan Kerja Sama yang Hebat
Dia menambahkan bahwa Program Erasmus+ adalah contoh kerja sama yang hebat dengan Nigeria dan mencerminkan komitmen Uni Eropa untuk memperluas ruang serta meningkatkan peluang bagi anak muda Nigeria untuk mewujudkan impian mereka.
Namun,
menurutnya ini juga berkaitan dengan peluang migrasi reguler bagi warga Nigeria
biasa untuk bepergian ke luar negeri berdasarkan kapasitas, prestasi dan
keterampilan di bidangnya masing-masing.
“Dengan semakin
banyaknya kesempatan, saya berharap di tahun-tahun mendatang akan lebih banyak
lagi mahasiswa dan Perguruan Tinggi Nigeria yang dapat memanfaatkan program
ini,” kata Dubes Isopi.
Siswa Akan Belajar di 20 Negara Berbeda di Eropa dan
Beberapa Negara Lain yang Mendapatkan Beasiswa Erasmus Mundus
Siswa yang mendapatkan
manfaat dari beasiswa ini akan dapat pergi ke 20 negara berbeda di Eropa. Di
sisi lain, jumlah minimum mobilitas untuk setiap siswa adalah tiga negara, dan
beberapa program studi/jurusan akan membawa penerima manfaat hingga enam negara
yang berbeda. Selain itu, Program Erasmus memungkinkan para pemenang untuk
berinteraksi dan bertukar pikiran dengan siswa lain dari seluruh dunia.
Sebelumnya, Delegasi
Uni Eropa untuk India dan Bhutan mengumumkan bahwa sekitar 161 siswa India,
termasuk 88 wanita telah diberikan Beasiswa Erasmus Mundus untuk tahun akademik
2022/2023. Hasilnya, India menduduki peringkat pertama di antara 167 negara
selama dua tahun berturut-turut, dengan jumlah siswa tertinggi yang menerima
beasiswa bergengsi.
Selain itu, pada tahun
ini sekitar 60 mahasiswa Nepal juga akan mengikuti pendidikan tinggi di Eropa dengan
beasiswa Erasmus+.
Share and Care
Saintek
Saintek
Saintek
Saintek
12 April 2026 - 20:13 wib
05 April 2026 - 21:05 wib
05 April 2026 - 16:34 wib
05 April 2026 - 16:33 wib
05 April 2026 - 16:32 wib