Waketum PBNU Buka Rakernas Lembaga Pendidikan Ma'arf

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Saintek
1661728570078_1661728602

Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof Nizar Ali membuka secara resmi Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lemba

SIAPBELAJAR.COM - Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof Nizar Ali membuka secara resmi Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif NU PBNU.

"Dengan memohon rida dan maunah Allah swt, Kegiatan Rapat Kerja Nasional Ma'arif NU saya nyatakan resmi dibuka dengan membaca surat Al-Fatihah, Al-Fatihah" katanya di Auditorium Universitas Islam Malang ( Unisma ), Jalan MT Haryono, Malang, Jawa Timur 

Dalam sambutannya, Nizar menyampaikan, saat ini dunia pendidikan sedang menghadapi era revolusi industri dan disrupsi yang sangat memengaruhi seluruh bidang pendidikan. Guru dan murid diharapkan mampu mengikuti perkembangan zaman. Karenanya, ia melihat ada tiga tantangan besar pendidikan di zaman sekarang.

Pertama, Nizar menyebut, sebagai pegangan bekal belajar mengajar. Selama ini Indonesia mempunyai tradisi mengganti kurikulum setiap kali berganti kabinet. Saat ini, pembelajaran menggunakan Kurikulum Merdeka Belajar.

"Kita rasakan diharapkan mampu mengubah kehidupan pendidikan," katanya. 

Menurutnya, perlu beradaptasi dengan bertahap dan mengikuti perkembangan zaman. Kurikulum yang diterapkan perlu membentuk siswa yang antisipatif, kritis, dana analitis dalam memecahkan masalah. Kurikulum juga perlu membentuk siswa inovatif, berkarakter, dan adaptif.

"Itu membekali anak menghadapi zaman," ujarnya. Tantangan kedua, lanjut Nizar, adalah pembelajaran. Materi pelajaran yang mudah diajarkan guru mudah akan mudah diganti teknologi. Jika hanya mengajar nulis di buku tidak ada bedanya dengan internet.

"Pengajaran diatur pemerintah pusat. Pengajaran seolah manual. Padahal penuh kreativitas, inovasi, dan perubahan," ujarnya.

Oleh karen itu, Nizar menekankan harus ada perubahan paradigma mengajar guna memperkuat kompetensi murid dan guru dan berbasis sentuhan kepada hati. Siswa diharapkan lebih banyak belajar sendiri dan lebih aktif dibanding guru. Buku memegang peran penting untuk menunjang analitis antisipatif.

"Buku mendorong anak mempunyai rasa keingintahuan yang tinggi. Mampu memcahkan persoalan," ujarnya.

"Buku kita hanya sekadar informasi. Kebanyakan buku masih tradisional," imbuh Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta itu.

Tantangan selanjutnya adalah asesmen. Pemerintah, menurutnya, terus berusaha memperbaiki asesmen guna mengetahui keberhasilan sistem belajar.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua PBNU KH Fakhrurrozi, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Marzuki Mustamar, Ketua LP Ma'arif PBNU Prof Muhammad Ali Ramdhani, Rektor Unisma Prof Maskuri, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Prof Zainuddin, dan Rektor UIN Raden Fatah Prof Nyayu Khodijah.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1669953798035_1669953849

Trending

PBNU Larang Utusan Khusus AS Jessica Stern Kampanye LGBT di RI

SIAPBELAJAR.COM - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ahmad Fahrurrozi tak mempersoalkan kehadiran Utusan Khusus Amerika Serikat di bidang memajukan HAM kelompok LGBTQI+ Jessica Stern di Indonesia a
1668847927247_1668848078

Trending

Rais Syuriyah PBNU KH Abun Bunyamin Ruhiat Meninggal

SIAPBELAJAR.COM - Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ajengan KH Abun Bunyamin Ruhiat wafat pada Sabtu (19/11/2022) pukul 10.00 WIB di Rumah Sakit TM
1662208904495_1662208936

Trending

PBNU Sentil Pemerintah atas Kenaikan Harga BBM

SIAPBELAJAR.COM - Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) menyoroti alasan pemerintah menaikkan harga BBM yang selalu sama selama 15 tahun. "Yang kami sesalkan selama
1661728570078_1661728602

Saintek

Waketum PBNU Buka Rakernas Lembaga Pendidikan Ma'arf

SIAPBELAJAR.COM - Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof Nizar Ali membuka secara resmi Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif NU PBNU. "Dengan memohon ri