Siswa Turki Keluar dari Program Erasmus+

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Saintek
1662434324181_1662434341

Istanbul, Turki

SIAPBELAJAR.COM - Siswa dan Guru Turki yang pergi ke luar negeri di bawah Program Mobilitas Erasmus+ meninggalkan program di tengah-tengah untuk menemukan cara untuk tetap tinggal secara permanen di negara-negara Eropa, khususnya Jerman.

Badan Nasional Turki, bagian dari Kementerian Luar Negeri-Direktorat Urusan Uni Eropa mengirimkan pemberitahuan kepada Kementerian Pendidikan yang menginformasikan bahwa para siswa dan beberapa guru yang tinggal di luar negeri di bawah Erasmus berhenti dari program pertukaran mereka dan mencari suaka di Eropa.

Sebagai akibatnya, Kementerian Pendidikan memperingatkan direktorat provinsi untuk menyelidiki siswa dan guru sebelum seleksi program internasional untuk melindungi reputasi negara di luar negeri.

“Mengingat peringatan kami, proses seleksi peserta yang akan dimasukkan dalam proyek yang didanai secara internasional, terutama program Erasmus harus diikuti dengan cermat,” kata Direktur Jenderal Uni Eropa dan Hubungan Luar Negeri Kementerian Pendidikan Hasan Ünsal kepada Direktur Provinsi.

Jumlah Siswa Turki yang Bergabung Dengan Program Erasmus

Di bawah program Erasmus, siswa diizinkan untuk tinggal di Eropa hanya selama satu tahun dan kembali ke Turki.

Sekitar 20.000 siswa dari Turki bergabung dengan program Erasmus setiap tahun dan selama 15 tahun terakhir, sekitar 500.000 siswa pergi belajar ke luar negeri melalui Erasmus.

Tiga Perjanjian Antara Turki dan Komisi Eropa

Pada Oktober 2021, Turki dan Komisi Eropa menandatangani tiga perjanjian yang memungkinkan negara tersebut untuk bergabung dengan program Horizon Europe, Erasmus+ dan Solidarity Corps.

Saat itu, Komisaris Inovasi, Penelitian, Budaya, Pendidikan dan Pemuda, Mariya Gabriel mengatakan bahwa partisipasi orang-orang Turki dalam program Uni Eropa generasi baru akan memperkuat kapasitas mereka serta mendukung integrasi di Area Penelitian Eropa dan Area Pendidikan Eropa.

Eropa Merupakan Tujuan Studi Populer

Menurut Komisi Uni Eropa, proyek Turki di Erasmus+ menerima sejumlah €740 juta atau sekitar Rp 10,9 triliun selama tahun 2014 dan 2020.

Laporan terbaru dari Campus France telah mengungkapkan bahwa Eropa merupakan tujuan studi populer bagi siswa yang datang, tidak hanya dari Turki tetapi dari seluruh dunia.

Erasmus+ yang merupakan program Uni Eropa untuk pendidikan, pelatihan, pemuda dan olahraga di Eropa memiliki anggaran sebesar €26,2 miliar atau sekitar Rp 388 triliun.

Türkiye Scholarships untuk Siswa Internasional

Selain mengirim banyak siswa untuk belajar di luar negeri, Turki juga menyambut siswa internasional dari seluruh dunia. Tahun ini, sekitar 165.691 siswa internasional mendaftar untuk Beasiswa Türkiye atau Türkiye Scholarships, sebuah program yang didanai oleh pemerintah negara untuk mendukung siswa internasional.

Siswa yang telah mengajukan permohonan untuk belajar di universitas Turki tahun ini berasal dari 171 negara.

“Ketika kami mempertimbangkan bahwa jumlah negara anggota PBB adalah 209 negara. Fakta bahwa 15.000 siswa internasional dari 145 negara yang berbeda melanjutkan pendidikan mereka di Türkiye merupakan indikator paling jelas mengenai seberapa luas geografi yang telah dicapai program di seluruh dunia,” kata Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Mehmet Nuri Ersoy.

Di bawah program beasiswa pemerintah, sekitar 4,000 siswa internasional belajar di Turki setiap tahunnya.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

fakta yang jarang diketahui tentang turki_1686016432

Trending

7 Fakta Tentang Turki yang Jarang Diketahui

Mediana.id-Beberapa waktu belakangan ini publik ramai membicarakan tentang Turki, terutama saat Turki memasuki pemilihan umum Presiden yang kemudian kembali dimenangkan oleh Erdogan. Turki adalah nega
1680875640456_1680875480

Saintek

Menteri Pastikan Mahasiswa di Hungaria Bisa Mengikuti Program Erasmus+

SIAPBELAJAR.COM - Menteri Pembangunan Daerah Hungaria, Tibor Navracsics telah mengkonfirmasi bahwa mahasiswa universitas di Hungaria akan dapat berpartisipasi dalam program mobilitas Erasmus+ Uni E
1677044267769_1677044283

Trending

Turki 6000 Kali Diguncang Gempa

SIAPBELAJAR.COM - Catatan Badan Penanggulangan Bencana Turki (AFAD) telah lebih dari 6.000 gempa susulan terjadi usai gempa pertama yang terjadi 6 Februari 2023 dan gempapada hari Selasapekan lalu (21
1676688379992_1676688273

Saintek

Surat Terbuka untuk Universitas Harvard

SIAPBELAJAR.COM - Sekelompok mahasiswa, pengajar dan alumni telah menulis surat terbuka ke Universitas Harvard yang menyerukan universitas untuk mengambil tindakan serta mendukung orang-orang di Tu
1676463070422_1676462991

Saintek

Bantuan dari Universitas Turki dan Suriah untuk Korban Gempa

SIAPBELAJAR.COM - Universitas Turki dan Suriah telah menangguhkan semua kegiatan pendidikan untuk membantu mereka yang terkena dampak gempa berkekuatan 7,8 SR serta gempa susulan yang melanda Turki