Kendala Madrasah Gelar Pembelajaran Jarak Jauh

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Saintek
1653368611183_1653368636

Madrasah Gelar Pembelajaran Jarak Jauh

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengungkap ada dua kendala yang menjadi catatan Kementerian Agama dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ) Madrasah. Hal ini diungkapkan Menag Yaqut dalam Rapat Kerja bersama Komisi VIII DPR RI, di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta.

Pertama, berdasarkan klarifikasi dan investigasi tim Direktorat Jenderal Pendidikan Islam ada lebih dari 13 ribu madrasah berada pada area blank spot atau tidak terjangkau signal provider internet. "Kami memiliki catatan, klarifikasi, serta investigasi di lapangan. Ada sejumlah 13.790 madrasah yang berada pada wilayah blank spot," ungkap Menag Yaqut, Senin (18/01).

"Jadi mau diisi pulsa berapa pun tidak bisa dipakai. Jadi memang ini tidak ketidaktersediaan infrastruktur, saya kira menjadi faktor persoalan," imbuhnya.

Menag juga mengungkap masih ada madrasah yang berada di kawasan yang tidak mendapat aliran listrik. Setidaknya, dikatakan Yaqut, ada sekitar 11.998 madrasah yang tidak mendapat aliran listrik.

"Kemudian 11.998 madrasah yang tidak ada atau belum teraliri listrik. Ini Indonesia di tahun 2021," ucapnya.

Menurut Menag Yaqut, ia kemudian telah melakukan komunikasi dengan pihak terkait. Mulai dari provider telekomunikasi hingga penyedia layanan listrik, khususnya dalam hal memfasilitasi madrasah menjalankan PJJ.

"Tentu kami terus melakukan komunikasi baik dengan penyedia atau provider atau telekomunikasi provider ini untuk bisa memberikan fasilitas-fasilitas terkait dengan pembelajaran jarak jauh ini, dan dengan perusahaan listrik negara ada 11.998 madrasah yang belum teraliri listrik ini, bisa kemudian mendapat fasilitas PJJ yang diberikan oleh pemerintah," tuturnya.

Ia bersama jajarannya juga terus berupaya mencari solusi alternatif untuk tetap memberikan pelayanan pendidikan bagi seluruh siswa madrasah di seluruh Indonesia. "Kendala ini menjadi catatan kami, dan terus kamu upayakan agar dapat segera teratasi," tuturnya. (kemenag)

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1661916629616_1661916743

Religi

Rahasiah Manfaat dan Berkah Ilmu

 SIAPBELAJAR.COM - Al-Imam al-Quthub al-Habib Ali bin Hasan al-Atthas pengarang kitab “Syarah Ratib Al-Attas” radhiyallah 'anhu pernah mengatakan :.”Memperoleh ilmu, futuh dan cahaya (maksu
1655895598979_1655895644

Trending

Liga Muslim Dunia Gagas Dialog Antar Umat Beragama

SIAPBELAJAR.COM - Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) menerima audiensi Abdurachman Alkhayyat, selaku Kepala Kantor Rabithah ‘Alam Islami (Liga Muslim Dunia) untuk ASEAN dan Australia d
1653623377241_1653623431

Trending

Cuti Bersama 2021 Hanya Dua Hari

Pemerintah telah menyepakati dan menetapkan perubahan cuti bersama tahun 2021. Kesepakatan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Pendaya
1653621099044_1653621172

Share and Care

Jangan Gegabah Menilai Seseorang Radikal

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas meminta semua pihak untuk tidak mudah memberikan label radikal kepada seseorang atau kelompok. Penyematan predikat negatif tanpa dukungan data dan fakta yang
1653620643257_1653620684

Saintek

Kemenag Jajaki Digitalisasi Penyaluran Beasiswa Madrasah dan Pesantren

Kementerian Agama  menjajaki rencana penyaluran beasiswa madrasah dan pesantren menggunakan aplikasi dompet digital. Peluang ini disampaikan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas saat menerima audien