SIAPBELAJAR.COM - Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Kebudayaan, meresmikan
Betawi Art Exhibition di Galeri Seni Gedung Panjang Lantai 2, Taman Ismail
Marzuki, Jakarta Pusat. Kamis (16/6).
Acara yang mengusung tema ‘Betawi Dalam Lukisan’ ini menampilkan goresan pelukis Samadi Adam.
Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Iwan Henry Wardhana, membuka pameran dengan tabuhan rebana biang. Dalam sambutannya, Iwan mengatakan, ini merupakan pameran offline perdana setelah pandemi COVID-19.
“Ini langkah awal pameran offline setelah selama dua tahun dilakukan secara daring,” tuturnya.
Para seniman Betawi yang merupakan penduduk asli Kota Jakarta ini lah yang selalu menghidupkan kesenian Betawi yang kemudian menjadi ciri khas dari Ibukota Jakarta.
Beragamnya kesenian asli Betawi, seperti ondel-ondel, gambang kromong, lenong, tanjidor, dan keberadaan seni lukis Betawi telah memberi suasana baru di tengah-tengah aneka ragam budaya Betawi.
Karena itu keberadaan kesenian Betawi harus berkembang sebagaimana eksistensi kesenian tradisional dari daerah lain yang mampu mendongkrak sektor pariwisata.
Lukisan karya seniman Betawi, Sarnadi Adam, misalnya Kamis 16 Juni 2022 kemarin sempat dipamerkan di Betawi Art Exhibition, Taman Ismail Marzuki (TIM). Pameran ini memperoleh apresiasi cukup tinggi dari pengunjung.
Menurut mereka, goresan karya Sarnadi Asnan dapat menggerakan imajinasi ke masa lalu. Karya seni Sarnadi Adam disebut sangat mengagumkan, karena menggambarkan keberanian menghadapi tantangan.
Dua karya lukisan Sarnadi Adam yaitu lukisan Haji dan lukisan Pantai atau Pesisir memiliki warna-warna yang mencerminkan keberanian orang betawi menghadapi perbedaan.
Baca juga: Pengumuman UTBK SBMPTN 2022 Tinggal Menghitung Hari
Seperti diketahui Seniman Sarnadi Adam memamerkan 21 lukisan bertemakan kehidupan masyarakat Betawi di Taman Ismail Marzuki (TIM) Cikini, guna menyemarakkan HUT ke-495 DKI Jakarta.
"Ada beberapa karya selama pandemi dua tahun ini saya kerjakan antara 2020-2021," kata Sarnadi, Kamis 16 Juni 2022.
Nuansa dalam setiap lukisan yang dihadirkan maestro itu menampilkan suasana Jakarta tempo dulu dengan latar budaya Betawi. Misalnya lukisan tentang warga di kampung Rawa Simprug lengkap dengan rindang pepohonan sebagai latar belakangnya.
Begitu juga lukisan Palang Pintu dengan latar belakang hijau pepohonan, kemudian lukisan dialog para penari Betawi hingga ondel-ondel yang menjadi ikon Jakarta.
Karya-karya tersebut kata Sarnadi mengingatkan saat ia masih remaja atau anak-anak sehingga kenangan itu membekas dengan situasi Jakarta yang sudah sangat berbeda seperti sekarang.
Trending
Trending
Seniraga
Trending
Seniraga
06 February 2024 - 20:07 wib
14 August 2023 - 07:35 wib
14 August 2023 - 07:27 wib
10 August 2023 - 13:09 wib
09 August 2023 - 11:28 wib