Hewan Ternak yang Terserang PMK Bisa Sembuh dan Aman Dikonsumsi

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Trending
1656154541719_1656154584

Salah satu peternakan sapi potong

SIAPBELAJAR.COM - Penyakit mulut dan kuku (PMK) juga dikenal sebagai Foot and Mouth Disease (FMD) Jenis penyakit ini disebabkan dari virus tipe A dari keluarga Picornaviridae, genus Apthovirus yakni Aphtaee epizootecae.

Saat ini para peternak hewan sedang gusar dengan mewabahnya PMK ini, terlebih sekarang sudah mendekati Idul Adha. Dimana Idul adha merupakan puncak bagi para peternak.

Baca Juga: Praktek Tidak Terpuji SPBU Sangat MerugikanKonsumen 

Cara Penyembuhan

Dikutip dari penelitian yang dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair), Hewan ternak yang terserang PMK bisa disembuhkan.

Dalam penelitiannya Unair meminta beberapa bagian tubuh hewan yang terpapar PMK dilakukan pembersihan rutin untuk membantu mempercepat proses penyembuhan.

"Pada bagian kaki hewan yang terserang PMK, bisa disemprot menggunakan kalium permanganat atau KMn04 untuk membersihkan luka," ucap FKH Unair Dr. Fedik Abdul Rantam.

Dia juga menerangkan pencegahan wabah PMK bisa dilakukan dengan melakukan penyemprotan disinfektan pada bagian dinding dan lantai kandang hewan ternak.

"Bagian mulutnya bisa dicuci dengan NaCl 1 persen atau 2 persen, itu bisa bersih dan bisa mempercepat penyembuhan sapi. Langkah itu efektif guna mengatasi wabah tersebut," tegasnya.

Juru bicara tim PMK FKH UNAIR Prof Dr Mustofa Helmi Effendi menyampaikan virus PMK punya tingkat penularan yang tergolong tinggi pada hewan berkuku belah,tetapi tidak menular ke manusia.

Baca Juga: Mulai Senin Depan Beli Minyak Goreng Curah PakaiPeduli Lindungi 

Dengan Bahan Alami

Dibalik terbatasnya ketersediaan obat-obatan dan vaksin, salah satu upaya yang dapat dicoba adalah pengobatan alternatif. Guna mempercepat kesembuhan ternak yang terinfeksi PMK.

Seperti yang telah di praktekan oleh Peternak di Lembang, dengan membuat ramuan khusus yang terbuat dari bahan-bahan tradisional.

Bahan-bahan itu terdiri dari perasan jahe, kunyit, jeruk lemon dicampur gula merah, telur serta madu. Hasilnya diklaim cukup berhasil karena sapi yang terserang penyakit mulut bisa sembuh dalam dua hari setelah dicekoki ramuan tersebut.

"Sebelumnya sapi saya gak mau makan sama sekali, setelah diberi ramuan obat alternatif itu, sekarang sudah mulai mau makan," ungkap peternak sapi perah asal Kampung Cidadap, Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Ayi (56), Kamis (23/6/2022).

Sebenarnya, ramuan tradisional itu sudah sering dibuat sejak lama dengan tujuan agar stamina dan menjaga kesehatan sapi. Namun sekarang ramuan obat alternatif itu diberi tambahan campuran madu sebagai obat alternatif untuk PMK.

Aman untuk Dikonsumsi

Kabid Kesehatan Hewan dan kesehatan Masyarakat Veteriner DPPKP, Drh Widarti mengatakan PMK ini tidak menular ke manusia atau tidak Zoonosis, jadi dagingnya masih bisa untuk dikonsumsi, dan aman untuk manusia.

Dan Drh Widarti juga menghimbau untuk kemasan yang diapakai pembungkus daging supaya di sterilkan terlebih dahulu sebelum dibuang. Guna meminimalisir virus agar tidak tersebar ke hewan disekitar.

Baca Juga : Atasi PMK, Pemerintah Batasi Mobilitas HewanTernak 

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar hewan yang terkena PMK aman dikonsumsi.

1. Sembuh setelah dua pekan

Kepala Pusat Pengkajian dan Penerapan Agroekologi (P3A) Serikat Petani Inodnesia, Qomarun Najmi, mengatakan hewan terjangkit PMK bisa sembuh melalui pengobatan.

Masa pengobatan tersebut berlangsung selama dua pekan. Namun demikian, peternak baru bisa memotong hewan yang terjangkit PMK jika kuku ternak sudah lepas.  Dia menegaskan, potensi penularan virus PMK dari hewan ke manusia sangat kecil.

2. Daging dimasak dulu

Qomatrun juga menyarankan agar daging dimasak terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.

"Ini untuk lebih menjamin agar daging lebih aman untuk dikonsumsi," ujarnya, Kamis (12/5).

3. Hindari konsumsi organ dalam

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa beberapa bagian hewan ternak yang terkena PMK sebaiknya tidak dikonsumsi.

Bagian tubuh itu diantaranya kaki, organ dalam atau jeroan, dan bagian mulut seperti bibir dan lidah. Tapi yang lain masih bisa direkomendasi. Dagingnya pun masih bisa dimakan.

4. Didampingi petugas

Selain itu, Kementerian Pertanian juga menyarankan agar pemotongan daging kurban yang terdampak PMK didampingi petugas medis. Hal itu bertujuan agar petugas bisa memilah bagian mana saja organ-organ yang terinfeksi.

“Organ yang terinfeksi harus dimusnahkan agar tidak menularkan virus ke hewan ternak lainnya,” ujar Ira.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1687920815766_1687920829

Religi

Doa Menyembelih Hewan Qurban: Bacaan Arti dan Tata Caranya

Mediana.id - Menyembelih hewan qurban adalah salah satu ibadah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam yang mampu. Ibadah ini dilakukan pada hari raya Idul Adha dan hari-hari tasyrik sebagai bentuk pen
1657419738734_1657420216

Religi

3 Kelompok yang Berhak Menerima Daging Kurban

SIAPBELAJAR.COM - Dalam agama Islam, ibadah kurban merupakan ibadah spesial terlebih bila melihat dari persfektif siapakah yang berhak menerima daging kurban yang ritus penyembelihannya dilakukan hany
1657427560579_1657428487

Trending

Penyembelihan Hewan Kurban di DKM Al-Muhajirin Tasikmalaya

SIAPBELAJAR.COM- Hari Raya Idul Adha menjadi hari yang istimewa bagi umat Muslim di seluruh penjuru dunia. Meskipun waktu perayaan Hari Raya Idul Adha tahun ini ada perbedaan, namun hal tersebut ti
1657334958763_1657334966

Trending

Tanggapan Dosen Unpad dan Unair terhadap Penemuan Obat PMK Warga Bandung

SIAPBELAJAR.COM- Setiap penemuan zat yang ditujukan sebagai obat harus melalui banyak tahapan, tak terkecuali dalam ilmu kedokteran hewan. Dosen Kedokteran Hewan di Universitas Padjadjaran, Endang Yun
1657098943498_1657098986

Share and Care

Astra Serahkan Ribuan Hewan Kurban ke 34 Provinsi Jelang Idul Adha 1443 Hijriah

SIAPBELAJAR.COM - Perayaan Hari Raya Idul Adha yang menyisakabn waktu beberapa hari lagi, disambut oleh Grup Astra melalui Yayasan Amaliah Astra (YAA) dengan menyerahkan 2.206 hewan kurban untuk masya