SIAPBELAJAR.COM - Penyakit mulut dan kuku (PMK) juga dikenal
sebagai Foot and Mouth Disease (FMD) Jenis penyakit ini disebabkan dari virus
tipe A dari keluarga Picornaviridae, genus Apthovirus yakni Aphtaee
epizootecae.
Saat ini para peternak hewan sedang gusar dengan mewabahnya
PMK ini, terlebih sekarang sudah mendekati Idul Adha. Dimana Idul adha
merupakan puncak bagi para peternak.
Baca Juga: Praktek Tidak Terpuji SPBU Sangat MerugikanKonsumen
Cara Penyembuhan
Dikutip dari penelitian yang dilakukan oleh Fakultas Kedokteran
Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair), Hewan ternak yang terserang PMK bisa
disembuhkan.
Dalam penelitiannya Unair meminta beberapa bagian tubuh hewan
yang terpapar PMK dilakukan pembersihan rutin untuk membantu mempercepat proses
penyembuhan.
"Pada bagian kaki hewan yang terserang PMK, bisa
disemprot menggunakan kalium permanganat atau KMn04 untuk membersihkan
luka," ucap FKH Unair Dr. Fedik Abdul Rantam.
Dia juga menerangkan pencegahan wabah PMK bisa dilakukan
dengan melakukan penyemprotan disinfektan pada bagian dinding dan lantai
kandang hewan ternak.
"Bagian mulutnya bisa dicuci dengan NaCl 1 persen atau 2
persen, itu bisa bersih dan bisa mempercepat penyembuhan sapi. Langkah itu
efektif guna mengatasi wabah tersebut," tegasnya.
Juru bicara tim PMK FKH UNAIR Prof Dr Mustofa Helmi Effendi
menyampaikan virus PMK punya tingkat penularan yang tergolong tinggi pada hewan
berkuku belah,tetapi tidak menular ke manusia.
Baca Juga: Mulai Senin Depan Beli Minyak Goreng Curah PakaiPeduli Lindungi
Dengan Bahan Alami
Dibalik terbatasnya ketersediaan obat-obatan dan vaksin,
salah satu upaya yang dapat dicoba adalah pengobatan alternatif. Guna mempercepat
kesembuhan ternak yang terinfeksi PMK.
Seperti yang telah di praktekan oleh Peternak di Lembang,
dengan membuat ramuan khusus yang terbuat dari bahan-bahan tradisional.
Bahan-bahan itu terdiri dari perasan jahe, kunyit, jeruk
lemon dicampur gula merah, telur serta madu. Hasilnya diklaim cukup berhasil
karena sapi yang terserang penyakit mulut bisa sembuh dalam dua hari setelah
dicekoki ramuan tersebut.
"Sebelumnya sapi saya gak mau makan sama sekali, setelah
diberi ramuan obat alternatif itu, sekarang sudah mulai mau makan," ungkap
peternak sapi perah asal Kampung Cidadap, Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Ayi
(56), Kamis (23/6/2022).
Sebenarnya, ramuan tradisional itu sudah sering dibuat sejak
lama dengan tujuan agar stamina dan menjaga kesehatan sapi. Namun sekarang
ramuan obat alternatif itu diberi tambahan campuran madu sebagai obat
alternatif untuk PMK.
Aman untuk Dikonsumsi
Kabid Kesehatan Hewan dan kesehatan Masyarakat Veteriner
DPPKP, Drh Widarti mengatakan PMK ini tidak menular ke manusia atau tidak
Zoonosis, jadi dagingnya masih bisa untuk dikonsumsi, dan aman untuk manusia.
Dan Drh Widarti juga menghimbau untuk kemasan yang diapakai
pembungkus daging supaya di sterilkan terlebih dahulu sebelum dibuang. Guna meminimalisir
virus agar tidak tersebar ke hewan disekitar.
Baca Juga : Atasi PMK, Pemerintah Batasi Mobilitas HewanTernak
Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar hewan yang
terkena PMK aman dikonsumsi.
1. Sembuh setelah dua pekan
Kepala Pusat Pengkajian dan Penerapan Agroekologi (P3A) Serikat Petani Inodnesia, Qomarun Najmi, mengatakan hewan terjangkit PMK bisa sembuh melalui pengobatan.
Masa pengobatan tersebut berlangsung selama dua
pekan. Namun demikian, peternak baru bisa memotong hewan yang terjangkit PMK
jika kuku ternak sudah lepas. Dia
menegaskan, potensi penularan virus PMK dari hewan ke manusia sangat kecil.
2. Daging dimasak dulu
Qomatrun juga menyarankan agar daging dimasak terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.
"Ini untuk lebih menjamin agar daging lebih aman untuk
dikonsumsi," ujarnya, Kamis (12/5).
3. Hindari konsumsi organ dalam
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa beberapa bagian hewan ternak yang terkena PMK sebaiknya tidak dikonsumsi.
Bagian tubuh itu diantaranya kaki, organ dalam atau jeroan, dan bagian mulut
seperti bibir dan lidah. Tapi yang lain masih bisa direkomendasi. Dagingnya pun
masih bisa dimakan.
4. Didampingi petugas
Selain itu, Kementerian Pertanian juga menyarankan agar
pemotongan daging kurban yang terdampak PMK didampingi petugas medis. Hal itu
bertujuan agar petugas bisa memilah bagian mana saja organ-organ yang
terinfeksi.
“Organ yang terinfeksi harus dimusnahkan agar tidak
menularkan virus ke hewan ternak lainnya,” ujar Ira.
Religi
Religi
Trending
Trending
Share and Care
05 April 2026 - 21:19 wib
05 April 2026 - 18:33 wib
05 April 2026 - 16:22 wib
05 April 2026 - 09:13 wib
05 April 2026 - 09:11 wib