SIAPBELAJAR.COM - PBB dalam laporannya berjudul World Population Prospects 2022 memperkirakan populasi global akan mencapai 8 miliar pada 15 November dan tumbuh menjadi 8,5 miliar pada 2030.
Lebih dari setengah proyeksi kenaikan antara sekarang dan 2050 diperkirakan terjadi di delapan negara, yakni Kongo, Mesir, Ethiopia, India, Nigeria, Pakistan, Filipina dan Tanzania.
China diperkirakan akan mengalami penurunan mutlak dalam populasinya pada awal tahun depan, kata laporan itu.
Seorang pejabat China awal tahun ini memperkirakan bahwa populasi negara itu mencapai puncaknya pada awal 2022 karena populasi 1,41 miliar tumbuh pada laju paling lambat sejak 1950-an, menurut data pemerintah.
Baca Juga: 11 Juli, World Population Day 2022
Laporan sebelumnya memproyeksikan India melampaui China pada 2027.
India diprediksi akan melampaui Cina sebagai negara terpadat di dunia pada tahun 2023, dengan populasi masing-masing lebih dari 1,4 miliar penduduk pada tahun ini.
Hal itu disampaikan dalam laporan PBB (11/07), yang juga mengatakan bahwa kesuburan yang tinggi akan menimbulkan tantangan bagi pertumbuhan ekonomi.
Melansir laman Livemint, media India. Tingkat kematian yang lebih rendah dan perubahan demografis dapat memastikan bahwa Asia tengah dan selatan menjadi wilayah terpadat di dunia pada tahun 2037.
Jumlah populasi di Afrika sub-Sahara mungkin hampir dua kali lipat pada akhir tahun 2040-an hingga mencapai 2 miliar.
Tingkat pertumbuhan populasi di Eropa dan Amerika Utara hampir nol pada tahun 2020 dan 2021, data menunjukkan.
Populasi global diperkirakan akan tumbuh menjadi 9,7 miliar pada tahun 2050 dan 10,4 miliar pada tahun 2100, lebih rendah dari perkiraan PBB tahun 2019 sebesar 11 miliar.
Di India, tingkat kesuburan total dapat menurun menjadi 1,29 kelahiran per wanita pada tahun 2100, bukan perkiraan awal PBB sebesar 1,69 kelahiran, menurut laporan tersebut, yang mengutip data dari Institute for Health Metrics and Evaluation.
Perempuan dan laki-laki diperkirakan akan seimbang jumlahnya pada tahun 2050 karena jumlah global saat ini 49,7% perempuan dibandingkan dengan 50,3% laki-laki diperkirakan akan terbalik, kata laporan itu.
Kesuburan tinggi yang berkelanjutan dan pertumbuhan penduduk yang cepat menghadirkan tantangan untuk mencapai pembangunan berkelanjutan, katanya.
Trending
Saintek
Saintek
Trending
Ekonomi
05 April 2026 - 21:19 wib
05 April 2026 - 18:33 wib
05 April 2026 - 16:22 wib
05 April 2026 - 09:13 wib
05 April 2026 - 09:11 wib