Terkait Kematian Anak, Produksi Sirup Obat Batuk di India Dihentikan

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Trending
1665649687812_1665649700

Ilustrasi Sirup Obat Batuk yang Berhenti Diproduksi di India

SIAPBELAJAR.COM - Pejabat kesehatan India telah memerintahkan pembuat sirup obat batuk untuk menghentikan produksi setelah mereka dikaitkan dengan kematian anak-anak di Gambia.

Maiden Pharmaceuticals melanggar aturan di seluruh kegiatan manufaktur dan pengujiannya yang ditemukan regulator India.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan peringatan global atas empat sirup obat batuk Maiden terkait dengan kematian hampir 70 anak. Saat ini investigasi sedang berlangsung di India dan Gambia.

Regulator mengatakan bahwa mereka telah menangguhkan semua kegiatan manufaktur di perusahaan yang berbasis di New Delhi setelah menemukan kasus yang telah melanggar sejumlah aturan keselamatan.

Hal tersebut mengingat keseriusan pelanggaran yang diamati selama penyelidikan dan potensi risikoterhadap kualitas, keamanan dan kemanjuran obat yang diproduksi.

Pekan lalu, perusahaan mengatakan bahwa pihaknya terkejut mendengar laporan media mengenai kematian dan sangat sedih dengan insiden ini.

Ini terjadi setelah WHO mengeluarkan peringatan global atas empat sirup obat batuk Maiden dan memperingatkan bahwa mereka dapat dikaitkan dengan cedera ginjal akut serta kematian anak-anak pada bulan Juli, Agustus dan September.

Kemungkinan Distribusi Melalui Pasar Informal

WHO juga memperingatkan bahwa produk tersebut mungkin telah didistribusikan melalui pasar informal ke negara dan wilayah lain selain Gambia.

Obat-obatan tersebut adalah Promethazine Oral Solution, Kofexmalin Baby Cough Syrup, Makoff Baby Cough Syrup dan Magrip N Cold Syrup.

Tuntutan Keadilan Warga Gambia

Polisi di Gambia sedang menyelidiki kematian sejumlah anak-anak karena warga Gambia menuntut keadilan.

Presiden Gambia, Adama Barrow mengatakan bahwa pihak berwenang tidak akan meninggalkan kebutuhan bisnis yang terlewat dalam penyelidikan mereka.

Penyitaan Sejumlah Sirup Obat Batuk

Dalam laporan awal yang dirilis pada hari Selasa, polisi di Gambia mengatakan bahwa sirup obat batuk diimpor ke negara Afrika Barat oleh sebuah perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat.

Laporan itu juga mengatakan bahwa sebagian besar dari 50.000 botol sirup terkontaminasi yang diimpor ke negara itu kini telah disita.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1678441539218_1678441412

Trending

Campa Cola, Minuman Ikonik Asal India Akan Kembali Diluncurkan

SIAPBELAJAR.COM - Miliarder India, Mukesh Ambani's Reliance Group akan meluncurkan kembali merek minuman ikonik berusia 50 tahun, Campa Cola pada musim panas ini. Pihaknya membeli merek dari pembuat
1674699523886_1674699447

Saintek

India Menjadi Negara Teratas Sumber Pengajuan Visa Pelajar Australia

SIAPBELAJAR.COM - Saat ini India menjadi sumber utama pelajar internasional yang mengajukan visa ke Australia, melampaui China yang terus mempertahankan posisi ini selama bertahun-tahun.Data awal y
1668650997834_1668650987

Saintek

Mahasiswa India yang Studinya Terganggu di Ukraina Dapat Terus Belajar di Rusia

SIAPBELAJAR.COM - Konsul Jenderal Rusia, Oleg Avdeev mengatakan bahwa mahasiswa India yang studinya terganggu setelah invasi Rusia ke Ukraina yang dimulai pada 24 Februari 2020 dipersilakan untuk b
1665649687812_1665649700

Trending

Terkait Kematian Anak, Produksi Sirup Obat Batuk di India Dihentikan

SIAPBELAJAR.COM - Pejabat kesehatan India telah memerintahkan pembuat sirup obat batuk untuk menghentikan produksi setelah mereka dikaitkan dengan kematian anak-anak di Gambia.Maiden Pharmaceuticals
1665369400265_1665369411

Ekonomi

Penurunan Biaya Kuliah di Martin University

SIAPBELAJAR.COM - Mulai Januari 2023, mahasiswa di Martin University dapat mengharapkan penurunan sebesar 45% dalam biaya kuliah sarjana dan penurunan sebesar 42% dalam biaya kuliah pascasarjana, b