SIAPBELAJAR.COM - Media street snap Tokyo Fashion menganggapi unggahan thread @sofiaflorina tentang fenomena Citayam Fashion Week di kawasan elite SCBD, Jakarta.
Dalam Cuitan penduduk Twiter ini, Sofia Rina mengatakan, Setidaknya, ada ratusan bahkan ribuan anak muda yang melalui kawasan Jakarta Pusat, mulai dari kawasan Sudirman, Gatot Subroto, dan sekitarnya untuk menggelar "show" dengan selera fashionnya masing-masing.
Media mode Jepang dengan akun @TokyoFashion mengatakan dalam thread yang ditulis Sofia Rina itu (11/7) mengatakan: "Cool thread about thousands of young Indonesian people dressing up and making the streets of central Jakarta come to life as a fashion catwalk, not unlike Harajuku here in Japan. Hope some Indonesian street snap sites/accounts are documenting & supporting the scene!"
Baca juga: Fenomena SCBD Citayam Fashion Week Bikin Netizen Turun Investigasi
Media Jepang tersebut berharap beberapa situs atau akun street snap Indonesia mendokumentasikan dan mendukung Citayam Fashion Week ini. “Thread keren tentang ribuan anak muda Indonesia yang berdandan dan membuat jalan-jalan di Jakarta Pusat menjadi hidup sebagai fashion catwalk, tidak seperti Harajuku di Jepang,Semoga beberapa situs/akun street snap Indonesia mendokumentasikan & mendukung adegan itu!" tulisnya.
Tokyo Fashion menyarankan siapa saja yang ingin membantu komunitas street fashion di Jakarta agar memposting foto-foto jalanan secara rutin.
Sehingga mendorong remaja untuk lebih sering bertemu untuk saling menginspirasi dalam hal mode. Dengan demikian Citayam Fashion Week menjadi tempat untuk mempromosikan acara mode lokal.
“Untuk waktu yang lama, Instagram adalah tempat untuk mendokumentasikan gaya jalanan, hari ini TikTok sangat populer di kalangan generasi termuda anak-anak Harajuku,” tulis media mode ini.
Baca Juga: Tren Remaja Citayam Membantu Pariwisata
Di masa lalu, Tokyo Fashion mengungkap kehadiran Harajuku fashion street dianggap nyeleneh dan tidak dihargai oleh masyarakat setempat. Tetapi dewasa ini masyarakat telah menerima kehadiran mereka.
"Ada banyak penduduk Harajuku di masa lalu, dan bahkan beberapa bisnis Harajuku, yang tidak begitu menghargai anak-anak yang mengenakan busana gila. Umumnya, anak-anak Harajuku menjauhi mereka, tidak memusuhi mereka, dan kedua belah pihak bisa hidup berdampingan." ungkapnya.
Masih menurut Media Fashion di Jepang tersebut, bahwa salah satu hal yang membantu Harajuku tetap hidup hingga saat ini adalah banyaknya mahasiswa dari perguruan tinggi mode dan kecantikan Tokyo di lingkungan fashion jalanan.
Trending
Trending
Trending
Trending
Trending
05 April 2026 - 21:19 wib
05 April 2026 - 18:33 wib
05 April 2026 - 16:22 wib
05 April 2026 - 09:13 wib
05 April 2026 - 09:11 wib