SIAPBELAJAR.COM - "Mereka bilang saya tidak bisa beli Twitter. Lalu mereka tidak mau buka info bot. Sekarang mereka mau paksa saya beli Twitter di pengadilan. Sekarang mereka harus buka info bot di pengadilan."
- Elon Musk -
Demikan bunyi cuitan Elon Musk dalam sebuah meme yang terkesan meledek Twitter pada cuitannya yang diposting jam 11.04 AM waktu setempat (11/7) lewat Twitter for i-phone dalam menanggapi langkah gugatan Twitter akibat pembatalan pembelian Twitter yang dilakukannya.
Nampaknya Musk adem ayem saja bereaksi. Sebelumnya, Musk meminta kepada twitter membuka data jumlah akun bot yang ada di Twitter. Namun, nampaknya hal ini ditolak oleh pihak twitter.
Musk meminta transaksi kesepakatan akuisisi ditunda lantaran Twitter merilis fakta bahwa sekitar 5 persen pengguna mereka adalah akun spam dan bot.
Namun ia akhirnya membatalkan kesepakatan dan menuding bahwa Twitter telah “gagal atau menolak memberikan informasi tentang jumlah bot pada platform-nya"
Melansir Bloomberg, Twitter menginginkan pengadilan secepat kilat untuk menyelesaikan klaimnya bahwa miliarder Elon Musk secara salah membatalkan rencana pembelian platform media sosial senilai $44 miliar.
Baca juga: Twitter Si Burung Biru Berkicau Gugat Elon Musk
Paksa Elon Musk Hormati Kesepakatan
Pengacara untuk perusahaan yang berbasis di San Francisco mengatakan mereka hanya perlu empat hari di Delaware Chancery Court untuk membuktikan bahwa orang terkaya di dunia ini harus dipaksa menghormati kesepakatannya dan membayar $54,20 per saham untuk Twitter.
Perusahaan berharap untuk memulai kasus non-juri pada 19 September mendatang. Namun, ahli hukum memperkirakan kasus ini akan memakan waktu sekitar dua minggu untuk diadili.
Tidak seperti beberapa negara bagian yang memerlukan waktu beberapa tahun untuk mengajukan kasus ke pengadilan, Pengadilan Kanser Delaware umumnya bergerak lebih cepat.
Hakim-hakim Chancery, pakar hukum bisnis, dikenal mampu mengurai rumpun hukum dari sengketa merger dan akuisisi yang kompleks dengan lebih cepat dan menyeluruh daripada pengadilan AS lainnya.
Bahkan kasus-kasus bisnis yang kompleks sering diperdebatkan di hadapan hakim dalam waktu enam atau tujuh bulan setelah diajukan.
Perjanjian pembelian Twitter menetapkan semua perselisihan hukum atas kesepakatan itu harus didengar di Delaware, rumah perusahaan bagi lebih dari setengah perusahaan publik AS, termasuk Twitter dan Tesla Inc. milik Musk.
Baca juga: Gegara Akun Bot Elon Musk Batal Beli Twitter
Musk dan pengacaranya tidak segera membalas email pada hari Selasa untuk meminta komentar tentang gugatan tersebut dan apakah kasus tersebut dapat diadili sesuai jadwal Twitter.
Musk mengeluarkan tweet pada hari Selasa, mengatakan: "Oh ironi lol."
Tim hukum Twitter berpendapat dapat dengan mudah menunjukkan dalam waktu kurang dari seminggu waktu pengadilan bahwa Musk tidak memiliki alasan yang sah untuk membatalkan pembelian $ 54,20 per saham. Saham Twitter naik 8,1% menjadi $36,83 pada pukul 15:01. Rabu.
“Litigasi pada jadwal yang diusulkan Twitter memungkinkan para pihak dan penasihat berpengalaman mereka memiliki waktu yang cukup untuk mengumpulkan catatan persidangan,” tulis para pengacara.
Hal tersebut memberikan waktu yang cukup bagi seorang hakim untuk memutuskan dan membuat Mahkamah Agung Delaware meninjau keputusan tersebut sebelum tanggal penutupan transaksi 24 Oktober, kata para pengacara.
Charles Elson, pensiunan profesor keuangan Universitas Delaware dan mantan kepala Pusat Tata Kelola Perusahaan Weinberg sekolah, mengatakan jangan bertaruh.
"Saya akan mengatakan uji coba empat hari jauh lebih dari optimis," kata Elson Rabu dalam sebuah wawancara.
Baca Juga: Alasan Elon Musk Belum Investasi di Indonesia
Respon Musk di Twitter
Lantas apa respon Musk? Lewat Twitter-nya, orang terkaya di Bumi itu malah mengejek lewat sebuah meme dengan foto aneka wajah tertawa Musk. Hingga Kamis (14/7) Jam 8.43 WIB, Siapbelajar.com mengintip akun @elonmusk tweet tersebut sudah mendapat 1.1 juta like, 131,3 ribu retweet dan 16.7K quote tweet.
Cuitan ini ditanggapi sangat beragam oleh para warganet, terlebih penghuni Twitter adalah netizen yang mungkin bisa dianggap paling berisik di jagat maya dengan berbagai cuitannya, sangat klop dengan lambang Twitter, burung berkicau.
Sebagian penghuni twitland mengatakan jika Musk mencari sensasi, dan yang menilai bot bukan alasan utama pembelian dibatalkan. Namun ada juga yang menilai langkah Musk merupakan siasat cerdik untuk membongkar data bot Twitter sebenarnya.
Trending
Saintek
Saintek
Trending
Trending
05 April 2026 - 21:19 wib
05 April 2026 - 18:33 wib
05 April 2026 - 16:22 wib
05 April 2026 - 09:13 wib
05 April 2026 - 09:11 wib