Bank Sentral Sri Lanka Terancam Stop Operasi

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Trending
1657850176683_1657850192

Bank Sentral Sri Lanka: Negara Menghadapi Penutupan Tanpa Pemerintahan yang Stabil

SIAPBELAJAR.COM - Gubernur Bank Sentral Sri Lanka, Nandalal Weerasinghe telah memperingatkan bahwa negaranya dapat ditutup jika pemerintahan yang stabil tidak segera dibentuk.

“Ada banyak ketidakpastian mengenai apakah devisa yang ditemukan untuk membayar minyak esensial ini dapat mencukupi” katanya.

Ia pun mengatakan bahwa kemajuan dalam mendapatkan paket dana talangan internasional tergantung pada administrasi yang stabil. 

Keruntuhan Ekonomi

Saat ini Negara sedang berada dalam cengkeraman kerusuhan massal atas krisis ekonomi.

Sri Lanka telah menyaksikan keruntuhan ekonominya dengan ditandai biaya makanan, bahan bakar dan kebutuhan pokok lainnya yang meroket bagi orang-orang biasa.

Baca jugaNetflix Gandeng Microsoft Tawarkan Paket Berlangganan

Banyak orang yang menyalahkan pemerintahan Rajapaksa karena salah menangani krisis. Mereka pun menganggap bahwa Wickremesinghe yang menjadi Perdana Menteri pada bulan Mei merupakan bagian dari masalah.

Nandalal Weerasinghe, seorang Gubernur Bank Sentral yang baru mengambil alih pada April lalu mengatakan bahwa dia tidak melihat jalan ke depan mengenai bagaimana menyediakan kebutuhan pokok tanpa pemerintahan yang stabil.

Dampak Pemerintahan yang Tidak Stabil

“Kami telah mampu membiayai setidaknya tiga pengiriman solar mungkin sampai akhir bulan ini dan sekitar satu atau dua pengiriman bensin. Tetapi di luar itu, ada banyak ketidakpastian apakah kami akan mampu menyediakan devisa yang cukup untuk membiayai minyak esensial untuk negara ini” kata dia.

"Kalau itu tidak terjadi, maka sepertinya seluruh negara akan ditutup. Makanya saya butuh perdana menteri, presiden, kabinet yang bisa membuat keputusan. Tanpa itu, semua orang akan menderita." tambahnya.

Pembicaraan

Mr. Weerasinghe telah mengadakan pembicaraan dengan Dana Moneter Internasional tentang dana talang.

"Kami berharap dapat membuat kemajuan yang baik dalam diskusi kami dengan para kreditur untuk penataan utang, tetapi waktu untuk proses itu tergantung seberapa cepat akan ada administrasi yang stabil" katanya.

Ia menegaskan bahwa begitu pemerintahan yang stabil terbentuk, Sri Lanka dapat keluar dari krisis dalam tiga atau lima bulan kedepan.

Gubernur Bank Sentral sendiri telah dilihat sebagai presiden baru yang potensial, tetapi dia mengesampingkan hal itu dengan mengatakan bahwa ia tidak tertarik untuk mengambil posisi politik apa pun.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1657850176683_1657850192

Trending

Bank Sentral Sri Lanka Terancam Stop Operasi

SIAPBELAJAR.COM - Gubernur Bank Sentral Sri Lanka, Nandalal Weerasinghe telah memperingatkan bahwa negaranya dapat ditutup jika pemerintahan yang stabil tidak segera dibentuk.
1657783846705_1657783862

Trending

Presiden Sri Lanka Melarikan Diri

SIAPBELAJAR.COM- Presiden Sri Lanka, Gotabaya Rajapaksa telah meninggalkan Sri Lanka dengan jet militer di tengah protes massal atas krisis ekonomi negaranya. Angk
1657594066256_1657594081

Trending

Pemimpin Oposisi Siap Calonkan Diri Sebagai Presiden Sri Lanka

SIAPBELAJAR.COM- Pemimpin Oposisi Utama Sri Lanka, Sajith Premadasa mengatakan bahwa dirinya berniat mencalonkan diri sebagai presiden begitu Gotabaya Rajapaksa mundur.
1657440332297_1657440356

Trending

Presiden Sri Lanka Mengundurkan Diri

SIAPBELAJAR.COM - Presiden Sri Lanka, Gotabaya Rajapaksa telah mengumumkan bahwa dia akan mengundurkan diri setelah pengunjuk rasa menyerbu kediaman resminya dan membakar rumah perdana menteri.
1657013264430_1657013277

Ekonomi

Stok Bensin Sri Lanka Hampir Habis

SIAPBELAJAR.COM - Menteri Energi Sri Lanka telah mengeluarkan peringatan keras atas stok bahan bakar negara karena sedang menghadapi krisis ekonomi terburuk dalam lebih dari 70 tahun.Pada hari Minggu,