SIAPBELAJAR.COM - Gubernur Bank Sentral Sri Lanka, Nandalal Weerasinghe telah memperingatkan bahwa negaranya dapat ditutup jika pemerintahan yang stabil tidak segera dibentuk.
“Ada banyak ketidakpastian mengenai apakah devisa yang ditemukan untuk membayar minyak esensial ini dapat mencukupi” katanya.
Ia pun mengatakan bahwa kemajuan dalam mendapatkan paket dana talangan internasional tergantung pada administrasi yang stabil.
Keruntuhan Ekonomi
Saat ini Negara sedang
berada dalam cengkeraman kerusuhan massal atas krisis ekonomi.
Sri Lanka telah menyaksikan keruntuhan ekonominya dengan ditandai biaya makanan, bahan bakar dan kebutuhan pokok lainnya yang meroket bagi orang-orang biasa.
Baca juga: Netflix Gandeng Microsoft Tawarkan Paket Berlangganan
Banyak orang yang menyalahkan pemerintahan Rajapaksa karena salah menangani krisis. Mereka pun menganggap bahwa Wickremesinghe yang menjadi Perdana Menteri pada bulan Mei merupakan bagian dari masalah.
Nandalal Weerasinghe, seorang Gubernur Bank Sentral yang baru mengambil alih pada April lalu mengatakan bahwa dia tidak melihat jalan ke depan mengenai bagaimana menyediakan kebutuhan pokok tanpa pemerintahan yang stabil.
Dampak Pemerintahan yang Tidak Stabil
“Kami telah mampu
membiayai setidaknya tiga pengiriman solar mungkin sampai akhir bulan ini dan
sekitar satu atau dua pengiriman bensin. Tetapi di luar itu, ada banyak
ketidakpastian apakah kami akan mampu menyediakan devisa yang cukup untuk
membiayai minyak esensial untuk negara ini” kata dia.
"Kalau itu tidak terjadi, maka sepertinya seluruh negara akan ditutup. Makanya saya butuh perdana menteri, presiden, kabinet yang bisa membuat keputusan. Tanpa itu, semua orang akan menderita." tambahnya.
Pembicaraan
Mr. Weerasinghe telah
mengadakan pembicaraan dengan Dana Moneter Internasional tentang dana talang.
"Kami berharap
dapat membuat kemajuan yang baik dalam diskusi kami dengan para kreditur untuk
penataan utang, tetapi waktu untuk proses itu tergantung seberapa cepat akan
ada administrasi yang stabil" katanya.
Ia menegaskan bahwa begitu pemerintahan yang stabil terbentuk, Sri Lanka dapat keluar dari krisis dalam tiga atau lima bulan kedepan.
Gubernur Bank Sentral sendiri
telah dilihat sebagai presiden baru yang potensial, tetapi dia mengesampingkan
hal itu dengan mengatakan bahwa ia tidak tertarik untuk mengambil posisi
politik apa pun.
Trending
Trending
Trending
Trending
Ekonomi
05 April 2026 - 21:19 wib
05 April 2026 - 18:33 wib
05 April 2026 - 16:22 wib
05 April 2026 - 09:13 wib
05 April 2026 - 09:11 wib