Kasus Cacar Monyet Pertama di India

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Trending
1657958863235_1657958876

Kasus Cacar Monyet Pertama di India

SIAPBELAJAR.COM - India melaporkan kasus cacar monyet pertamanya pada hari Kamis dengan sampel seorang pria berusia 35 tahun yang dikirim ke Institut Virologi Nasional di Pune.

Ia dinyatakan positif mengidap penyakit cacar monyet. Saat ini, pria tersebut dirawat di rumah sakit perguruan tinggi kedokteran di Thiruvananthapuram setelah tiba di Kerala dari Uni Emirat Arab (UEA) beberapa hari yang lalu.

Kontak Dekat

Selama di UEA, pasien melakukan kontak dekat dengan seseorang yang dinyatakan positif mengidap penyakit tersebut. Menteri Kesehatan Kerala, Veena George mengatakan bahwa pasien telah melakukan kontak dekat dengan orang tuanya, seorang sopir taksi dan seorang sopir bajaj.

Selain itu, 11 penumpang lainnya dalam penerbangan ke Kerala dan awak kabin juga dianggap sebagai kontak dekatnya.

Kronologi

Setelah mendarat di bandara, dia naik taksi ke rumahnya di dekat Kollam. Karena dia melakukan kontak dekat dengan orang yang dites positif di UEA, pria itu mencari bantuan medis ketika gejalanya mulai berkembang.

Baca juga: Beli Rumah Makin Sulit Gen Z Mustahil Punya Rumah Sendiri?

Dia pertama kali pergi ke rumah sakit swasta di Kollam dengan menyewa bajaj dan dari sana dia dibawa ke rumah sakit perguruan tinggi kedokteran untuk perawatan lebih lanjut.

Kerja sama

Kementerian Kesehatan Union telah mengirimkan tim multi-disiplin tingkat tinggi ke Kerala untuk bekerja sama dengan otoritas kesehatan negara bagian dalam melembagakan langkah-langkah kesehatan masyarakat sehubungan dengan kasus pertama yang dikonfirmasi.

Tim pusat terdiri dari para ahli dari Pusat Nasional untuk Pengendalian Penyakit, Rumah Sakit RML, New Delhi dan pejabat senior dari kementerian kesehatan. Tim akan bekerja sama dengan departemen kesehatan negara bagian untuk mengamati situasi di lapangan dan merekomendasikan intervensi kesehatan masyarakat yang diperlukan.

Kata Menteri Kesehatan

“Tidak perlu panik. Menurut pemaparan pasien, dia hanya berhubungan dekat dengan anggota keluarganya dan dua pengemudi,” kata Menteri.

Ia pun menambahkan bahwa pasien dirawat karena gejala yang ia alami. Perawatannya pun mengikuti protokol yang telah ditetapkan.

“Selain kecemasan, pasien tidak memiliki masalah kesehatan utama lainnya” tambahnya.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1678441539218_1678441412

Trending

Campa Cola, Minuman Ikonik Asal India Akan Kembali Diluncurkan

SIAPBELAJAR.COM - Miliarder India, Mukesh Ambani's Reliance Group akan meluncurkan kembali merek minuman ikonik berusia 50 tahun, Campa Cola pada musim panas ini. Pihaknya membeli merek dari pembuat
1674699523886_1674699447

Saintek

India Menjadi Negara Teratas Sumber Pengajuan Visa Pelajar Australia

SIAPBELAJAR.COM - Saat ini India menjadi sumber utama pelajar internasional yang mengajukan visa ke Australia, melampaui China yang terus mempertahankan posisi ini selama bertahun-tahun.Data awal y
1668650997834_1668650987

Saintek

Mahasiswa India yang Studinya Terganggu di Ukraina Dapat Terus Belajar di Rusia

SIAPBELAJAR.COM - Konsul Jenderal Rusia, Oleg Avdeev mengatakan bahwa mahasiswa India yang studinya terganggu setelah invasi Rusia ke Ukraina yang dimulai pada 24 Februari 2020 dipersilakan untuk b
1665649687812_1665649700

Trending

Terkait Kematian Anak, Produksi Sirup Obat Batuk di India Dihentikan

SIAPBELAJAR.COM - Pejabat kesehatan India telah memerintahkan pembuat sirup obat batuk untuk menghentikan produksi setelah mereka dikaitkan dengan kematian anak-anak di Gambia.Maiden Pharmaceuticals
1665369400265_1665369411

Ekonomi

Penurunan Biaya Kuliah di Martin University

SIAPBELAJAR.COM - Mulai Januari 2023, mahasiswa di Martin University dapat mengharapkan penurunan sebesar 45% dalam biaya kuliah sarjana dan penurunan sebesar 42% dalam biaya kuliah pascasarjana, b