SIAPBELAJAR.COM - Kepala staf kepresidenan moeldoko mengatakan harga mie instan akan naik di tengah perang Rusia - Ukraina.
Menurut Moeldoko, konflik antara Rusia - Ukraina membuat harga gandum naik, karena kedua negara itu merupakan negara penghasil gandum terbesar.
Diketahui bahwa Rusia dan Ukraina merupakan negara penghasil gandum terbesar dunia sekitar 30-40% dari kebutuhan dunia. Dengan situasi perang saat ini membuat gandum menjadi langka karena pasokan terhambat.
Baca juga: Pilot Meninggal Dunia setelah Pesawat Citilink Mendarat Darurat
"Harga Supermie, harga Indomie akan naik. Tidak bisa dihindari," ujar Moeldoko beberapa waktu lalu.
Sebelum itu, Presiden Joko Widodo juga sudah sempat mewanti-wanti kenaikan harga pangan dunia, termasuk gandum. Jokowi mengatakan bahwa Indonesia saat ini mengimpor 11 juta ton gandum untuk kebutuhan dalam negeri.
"Ini hati-hati yang suka makan roti, yang suka makan mie (instan). Bisa harganya naik," ujar Jokowi pada 7 Juli 2022 lalu.
Lantas benarkah harga mie instan akan naik imbas perang Rusia-Ukraina?
Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), Franciscus (Franky) Welirang, lantas turut angkat bicara terkait isu tersebut.
Menurutnya, kenaikan harga komoditas gandung telah terjadi sejak tahun 2021 hingga saat ini. Harga gandum dunia pada Juni 2022 berada di kisaran USD 459,59 atau setara Rp 6,8 juta per ton. Padahal tahun lalu harganya masih berada di tingkat USD 231 atau setara Rp 3,4 juta per ton.
Baca juga: Menjelang KTT G20, Jokowi Resmikan Perluasan Bandara Komodo Labuan Bajo
"Masing-masing usaha ada system costing yang mereka jaga dan semuanya tentu tahu tata cara menanganinya," jelas Franky kepada Tribunnews, Kamis (21/7). "Sampai saat ini semua berjalan lancar dan baik-baik saja."
Franky mengakui bahwa banyak komoditas mengalami kenaikan harga. Meski begitu, ia tidak mengungkapkan strategi pelaku usaha di tengah naiknya harga bahan baku.
"Semua naik, harga plastik naik, harga karton naik, harga minyak goreng naik, harga cabai dan bawang naik, itu semua berdampak," tukasnya.
Share and Care
Ekonomi
Keluarga
Trending
Ekonomi
05 April 2026 - 21:19 wib
05 April 2026 - 18:33 wib
05 April 2026 - 16:22 wib
05 April 2026 - 09:13 wib
05 April 2026 - 09:11 wib