Local Pride rilis pada Jumat, 22 Juli 2022 pukul 19.00 WIB di YouTube Channel Kotak Band Official.
SIAPBELAJAR.COM - Fenomena Citayam Fashion Week yang sangat populer di Indonesia saat ini, hingga Media Fashion di Tokyo, Jepang pun turut serta menyorotinya dan membadingkanya dengan Harajuku, menginspirasi KotaK untuk menciptakan sebuah lagu yang punya tema beriringan dengan fenomena Citayam Fashion Week.
Kotak merilis single terbarunya berjudul Local Pride pada Jumat, 22 Juli 2022 pukul 19.00 WIB di YouTube Channel Kotak Band Official. Dengan nuansa Heavy Rock meski dibalut Pop dan Disco, tetap terasa garang karena distorsi, beat dan suara sang vokalis sangat kental dengan jati diri Rock yang melekat pada Grup Musik Papan atas asal Bandung ini.
Uniknya, lirik lagu yang mereka buat bernada sarkastik, menggambarkan kondisi sosial masyarakat Indonesia yang terjadi dari waktu ke waktu terutama di era sosial media.
Tidak hanya itu, lirik Local Pride juga menyoroti Lifestyle Sosialita dan penggunaan kartu kredit, meski akhirnya terbebani dengan urusan cicilan demi gaya ternyata banyak yang dipaksakan.
Baca Juga: Tahukah Anda, Bagaimana Evolusi Komputer Dari Generasi ke Generasi?
Sarkasme pada Local Pride
Coba, Sobat Siapbelajar.com simak lirik Local Pride, yang liriknya ditulis oleh Chua, bassis KotaK, dan digarap oleh ketiga personel band tersebut, berikut ini:
"Pake baju ala konglomerat, Celana juga dipaksa muat, Belanja tinggal gesek kredit card, Maksain diri biar naik pangkat, Itulah tren jaman sekarang, Cicilan urusan belakang, Gaya gayaan sosialita, Gaya demi sosial media, Baju hype beast yang lagi keren abis, Stylenya udah kayak selebritis, Tas kulit buayanya sintesis, Yang penting eksis terlihat necis, Itulah tren jaman sekarang, Cicilan urusan belakang, Gaya gayaan sosialita, Gaya demi sosial media, Berani modal percaya diri, Local pride gak kan kalah trendi"
Local Pride banyak mengadopsi energi lagu-lagu mereka di album-album awal karir Kotak Band dengan beat yang kencang, kata Cella.
Dan, makna di balik lagu seperti judulnya kata Tantri, KotaK menuangkan pemikirannya tentang kebanggaan terhadap produk lokal, bisa jauh berkembang untuk memaksimalkan kreativitas.
"Berkembangnya era Citayam Fashion Week membuat kami yakin local pride bisa jauh berkembang, memaksimalkan kreativitas dengan barang yang dimiliki tanpa harus terlihat sok sultan,” kata Tantri dalam siaran pers Sabtu (23/7).
Alasan KotaK begitu gamblang untuk membuat kampanye local pride dalam lagu tersebut yakni ingin menyampaikan kepada khalayak bahwa fesyen bukan persoalan harga atau gengsi semata.
"Namun yang cocok denganmu, nyaman denganmu dan tampil percaya diri adalah fesyen yang membuatmu bersinar," imbuhnya.
Mini Album 18+
Local Pride dikabarkan akan menjadi salah satu lagu di dalam mini album untuk merayakan 18 tahun KotaK pada September mendatang, yang rencananya diberi nama 18+ yang menggandeng Ted Jensen untuk menggarap album ini dan diproduksi oleh Warner Music Indonesia.
Ted adalah master engineer Sterling Sound yang pernah bekerjasama dengan artis mancanegara seperti Greenday, Deftones, Dave Matthews Band.
KotaK adalah band rock Indonesia yang digawangi Mario Marcella Handika Putra (Cella) pada gitar, Syalindri Ichlasari (Tantri) pada vokal, dan Swasti Sabdastantri atau yang akrab dipanggil Chua, pada bass.
.
Share and Care
Seniraga
Trending
Trending
Share and Care
05 April 2026 - 21:19 wib
05 April 2026 - 18:33 wib
05 April 2026 - 16:22 wib
05 April 2026 - 09:13 wib
05 April 2026 - 09:11 wib