SIAPBELAJAR.COM - Meriahnya Tasik Festival 2022, yang diselenggarakan di halaman Kantor Bupati Tasikmalaya atau Gebu, dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Tasikmalaya ke 390, diwarnai hal unik yang cukup menarik perhatian para pengunjung.
Pasalnya, di pintu masuk Tasik Festival 2022 terdapat sebuah patung berbentuk burung Garuda yang tampak gagah dengan sayap membentang. Tak jarang, para pengunjung yang setiap hari memadati lapangan Gebu, menjadikan patung Garuda ini sebagai latar untuk melakukan foto selfi baik sendiri atau beramai-ramai.
Patung Garuda berukuran 8 meter itu adalah hasil kreativitas warga Kabupaten Tasikmalaya bernama Anip Priyono. Pria berusia 38 tahun berasal dari Desa Salebu Kecamatan Mangunreja Kabupaten Tasikmalaya.
Anip adalah sosok seniman yang sering menggunakan bahan-bahan alami dalam karyanya, termasuk dalam pembuatan miniatur atau karikatur, bahkan dalam membentuk sebuah bidang seperti patung Garuda yang menjadi ikon di Tasik Festival 2022.
Ia mengutarakan, sosok Garuda yang terpajang di Tasik Festival 2022 ini bukanlah yang pertama ia buat. Beberapa karya lainnya pernah diikutsertakan dalam berbagai event dan karnaval.
Sepak Ternjang Anip
Beberapa kegiatan yang pernah diikutinya antara lain Festival Budaya Garut, Event di Gedung Sate Bandung.
Karyanya pun pernah diikutsertakan pada kegiatan 17 Negara Asia, di Asia Afrika Bandung. Tak main-main! nama Anip masuk ke dalam daftar para juara.
Sejak tahun 2019 Anip membuat patung Burung Garuda ini, dan tercatat beberapa kali karyanya itu mendapat peringkat juara di tingkat Kabupaten.
Kali ini dirinya diminta secara khusus oleh Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya untuk menampilkan karyanya dalam rangka Tasik Festival 2022.
Patung Garuda Karya Anip
Sekilas patung Burung Garuda itu hanya patung yang dibuat dengan mengutamakan kekuatan saja, padahal kata Anip kalau pada kegiatan karnaval burung itu bisa bergerak layaknya burung Garuda asli.
Menurut penuturan Anip, paruhnya bisa bergerak seakan sedang mengeluarkan suara, lehernya bisa melirik ke kiri dan ke kanan, bisa merunduk melihat ke bawah, sayapnya bisa mengepak seperti sedang terbang, dan kakinya bisa bergerak seperti kaki burung yang hidup pada umumnya.
Anip menambahkan, dirinya pernah membuat Garuda berbahan plastik bekas kopi dan sayuran. Sedangkan Patung Burung Garuda kali ini terbuat dari bahan alami, paruhnya terbuat dari lidi kelapa, bulunya terbuat dari daun pohon nangka, dan sayapnya terbuat dari daun kadaka congkok dan palm yang membutuhkan waktu selama 20 hari untuk pembuatannya.
Pengunjung yang bernama Agus mengaku, dirinya merasa takjub melihat karya yang dibuat oleh warga Tasikmalaya ini.
"Hampir setiap hari saya mengunjungi Tasik Festival ini dan setiap hari pula Garuda itu tidak sepi pengunjung yang selfi didepannya," kata dia.
Saintek
Saintek
Saintek
Trending
Seniraga
05 April 2026 - 21:19 wib
05 April 2026 - 18:33 wib
05 April 2026 - 16:22 wib
05 April 2026 - 09:13 wib
05 April 2026 - 09:11 wib