SIAPBELAJAR.COM - Pernyataan
bahwa jumlah siswa internasional di universitas elit di Inggris harus segera
dibatasi sebesar 10% telah memicu berbagai reaksi dari pengguna Twitter.
Kolumnis Inggris Allison Pearson, dalam artikelnya yang diterbitkan di The Telegraph menuliskan bahwa remaja-remaja cerdas dari keluarga kelas menengah tidak lagi bersaing secara adil untuk mendapatkan tempat di universitas.
Menurutnya, siswa
internasional diperbolehkan untuk membeli tempat-tempat teknik, matematika dan
sains yang merupakan hak asasi/hak kelahiran anak-anak Inggris.
Banyak pengguna Twitter
bereaksi terhadap pernyataan tersebut dengan mengatakan bahwa membatasi jumlah siswa
internasional hingga 10% adalah bentuk diskriminatif. Mereka pun mengatakan
bahwa siswa luar negeri membayar lebih besar biaya daripada siswa domestik.
“Rasanya aneh untuk
membatasi ekspor yang sukses. Ini adalah industri jasa yang dapat diperluas
untuk memenuhi permintaan, baik jumlah tetap maupun hak kelahiran” tulis
seorang pengguna di Twitter.
Pengguna Twitter lain
mengatakan bahwa setelah Inggris meninggalkan Uni Eropa, siswa Uni Eropa telah
diminta untuk membayar tiga kali lebih banyak daripada siswa Inggris. Hal tersebut
menunjukkan bahwa universitas di negara itu lebih memilih banyak uang.
Pentingnya Siswa Internasional
Banyak orang lain
mengatakan bahwa universitas Inggris harus terus menarik dan merekrut siswa
internasional, karena mereka penting untuk kepentingan nasional. Terakhir,
mereka menekankan bahwa hal tersebut tidak hanya berkontribusi pada ekonomi
negara, tetapi melalui siswa internasional budaya dan nilai-nilai Inggris juga
dapat dibagikan di dunia.
Pembatasan Sekolah Medis untuk Siswa Internasional
Beberapa pengguna
menganggap bahwa pernyataan itu salah, mengingat jumlah tempat medis di
universitas untuk siswa internasional sudah dibatasi oleh pemerintah.
“Sekolah Kedokteran
yang didanai pemerintah di Inggris memiliki jumlah tempat terbatas untuk siswa
internasional. Hanya 5% dari semua tempat yang terbuka untuk siswa
internasional. Batasan untuk siswa internasional di bidang kedokteran telah ada
selama bertahun-tahun” tulis Tanvir Hussain, profesor di Universitas Nottingham
pada Twitter.
Jumlah Siswa Internasional Mendominasi Tempat di
Pendidikan Tinggi di Inggris
Menurut data, empat
dari sepuluh siswa Inggris telah ditolak oleh universitas terkemuka di negara
itu, seperti Cambridge dan Oxford serta jumlah siswa internasional telah
melampaui lulusan sekolah Inggris dalam mengamankan tempat di pendidikan
tinggi.
Pada bulan lalu,
dilaporkan bahwa sejumlah remaja mungkin tidak bisa mendapatkan tempat di
universitas Inggris karena institusi berencana untuk merekrut lebih banyak
siswa internasional. Analisis Data terbaru mengungkapkan bahwa ribuan siswa di
Inggris yang telah mendaftar ke institusi pendidikan tinggi belum berhasil
mendapatkan tempat.
Menurut angka dari data
Universities and Colleges Admissions
Service, pada tahun ini jumlah siswa di universitas di Inggris turun 2% dibandingkan
tahun lalu. Namun, ada peningkatan dari tahun 2019 karena 425.830 siswa telah
ditawarkan tempat di universitas atau perguruan tinggi.
Seniraga
Seniraga
Seniraga
Share and Care
Share and Care
05 April 2026 - 21:19 wib
05 April 2026 - 18:33 wib
05 April 2026 - 16:22 wib
05 April 2026 - 09:13 wib
05 April 2026 - 09:11 wib