SIAPBELAJAR.COM - Dosen universitas, pustakawan dan
staf admin di seluruh Inggris akan mogok karena gaji dan pensiun, demikian hal
tersebut diumumkan oleh University and
College Union (UCU).
Sebanyak 70.000 anggota UCU di 150 universitas
diminta untuk memberikan suara dalam dua surat suara terpisah, yaitu satu untuk
gaji dan kondisi kerja serta satu lagi untuk pensiun.
Pemberi kerja universitas mengatakan bahwa kenaikan
gaji akan menempatkan pekerjaan pada risiko dalam apa yang mereka katakan
sebagai masa keuangan yang sangat sulit.
Beberapa di antara mahasiswa telah mendukung aksi
pemogokan sebelumnya oleh staf universitas dan mereka bisa menghadapi kuliah
dibatalkan atau diatur ulang.
Universities
UK
(UUK), sebuah organisasi yang mewakili 140 institusi mengatakan bahwa universitas
akan berusaha mengurangi dampak pemogokan terhadap mahasiswa dan anggota staf
lainnya.
Usulan
Kenaikan Gaji
The
Universities and Colleges Employers Association
(UCEA), yang mewakili pemberi kerja universitas di seluruh Inggris mengusulkan
kenaikan gaji 3% untuk staf tahun akademik ini, dengan 9% untuk mereka yang
memiliki nilai gaji terendah.
Namun, anggota UCU menginginkan kenaikan gaji untuk
memperhitungkan kenaikan biaya hidup seperti serikat pekerja di sektor lain
yang telah mendorong aksi pemogokan dalam beberapa bulan terakhir.
Inflasi tingkat kenaikan harga sudah mendekati 10%
dan menjadi level tertinggi selama 40 tahun. Hal tersebut berarti bahwa biaya
hidup pekerja meningkat lebih cepat daripada upah mereka, sehingga membuat
mereka menjadi semakin terpuruk.
Dalam perselisihan gaji dan kondisi kerja, UCU ingin
staf menerima kenaikan gaji sebesar 12% atau Indeks Harga Eceran ditambah 2%.
Ia juga ingin mengatasi beban kerja yang sangat
tinggi dan membatalkan kontrak tanpa jam kerja.
Perolehan
Suara untuk Aksi Mogok
Sekitar 81,1% anggota yang mengambil bagian dalam
pemungutan suara di 147 universitas memberikan suara untuk aksi mogok.
Kepala Eksekutif UCEA, Raj Jethwa mengatakan
hasilnya mengecewakan. Dia pun menambahkan bahwa harus ada penilaian realistis mengenai
apa yang mungkin dalam keadaan keuangan yang sangat sulit ini.
“Institusi Pendidikan Tinggi ingin berbuat lebih
banyak untuk staf mereka yang berharga, tetapi kenaikan gaji apa pun membuat
pekerjaan berisiko” kata dia.
Dia mengatakan bahwa UCEA bersedia bekerja dengan
UCU, namun upaya untuk mencoba dan mengambil lebih banyak tindakan industri
mungkin hanya akan merugikan beberapa mahasiswa dan staf tanpa hasil yang
realistis.
Hasil
Pemungutan Suara Pensiun
Dalam pemungutan suara pensiun terpisah, sebanyak 84,9%
anggota yang ambil bagian di 67 universitas memilih aksi mogok.
Perselisihan pensiun merupakan tentang penilaian
skema pensiun yang disebut Universities
Superannuation Scheme (USS), yang digunakan oleh staf akademik.
UCU mengatakan bahwa penilaian itu cacat dan dapat
menurunkan pendapatan pensiun yang dijamin anggota sebesar 35%.
Namun juru bicara UUK, yang berbicara atas nama
pengusaha USS mengatakan bahwa kontribusi untuk pensiun USS sudah berada dalam batas
keterjangkauan.
Tanggal pemogokan akan segera diputuskan oleh UCU
dan dapat dipahami bahwa aksi dapat dimulai sebelum Natal.
Seniraga
Seniraga
Seniraga
Seniraga
Seniraga
05 April 2026 - 21:19 wib
05 April 2026 - 18:33 wib
05 April 2026 - 16:22 wib
05 April 2026 - 09:13 wib
05 April 2026 - 09:11 wib