DKI Jakarta resmi dibuka 26 ruas jalan yang diberlakukan sistem Area ganjil genap yang awalnya hanya 13 ruas jalan saja, kini diperbanyak jadi 25.
"Setelah tanggal 13 (Juni) baru kemudian seluruh kawasan kita laksanakan penindakan (tilang)," ujar Sambodo kala itu.
Setelah itu, 6-12 Juni 2022 dilakukan penindakan tetapi sifatnya masih uji coba.
"Sepekan ini akan disosialisasikan dulu sampai tanggal 5 Juni 2022. Untuk penindakan, ketika ada pelanggaran di 13 kawasan baru tersebut, kita tidak diberikan tilang tapi baru berupa teguran," kata Sambodo, Senin (30/5/2022).
Lebih lanjut, Sambodo menyatakan bakal menerapkan tilang elektronik di 12 ruas jalan yang sudah terpasang kamera ETLE. Sedangkan penindakan di 14 ruas jalan yang belum dilengkapi kamera ETLE dilakukan secara manual oleh anggota di lapangan.
Daftar Lengkap 26 Ruas Jalan Ganjil Genap di Jakarta
Jalan MH Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Panglima Polim, Jalan Fatmawati-TB Simatupang, Jalan Tomang Raya, Jalan S Parman, Jalan Gatot Subroto, Jalan MT Haryono, Jalan HR Rasuna Said, Jalan DI Panjaitan, Jalan Ahmad Yani, Jalan Gunung Sahari, Jalan Pintu Besar Selatan, Jalan Gajah Mada, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Majapahit
Termasuk juga Jalan Medan merdeka Barat, Jalan Suryopranoto, Jalan Balikpapan, Jalan Kyai Caringin, Jalan Pramuka, Jalan Salemba Raya sisi Barat, Jalan Salemba Raya sisi Timur-Simpang Paseban-Simpang Diponegoro, Jalan Kramat Raya serta Jalan Stasiun Senen
Pada 25 Mei lalu, kepada wartawan, Kepala Dinas Perhubungan DKI Syafrin Liputo memberikan alasan melebarkan genap genap mulai 6 Juni ini.
Kala itu, dijelaskan Syafrin dijelaskan pemprov dan pemangku kepentingan terkait menilai terjadi peningkatan volume lalu lintas yang cukup merata di seluruh ruas jalan Ibu Kota.
Dari data Dishub, ada peningkatan kepadatan lalu lintas alias macet sebesar 6,2%. Bahkan, kata Syafrin, peningkatan kepadatan lalu lintas itu juga terjadi di 13 ruas jalan yang selama ini menerapkan ganjil genap.
Dari sisi unjuk kerja lalu lintas kepadatan sangat tinggi terhadap beberapa ruas jalan yang sebelumnya diterapkan ganjil genap, ungkap Syafrin kala itu.
Saintek
Trending
Trending
Trending
Trending
05 April 2026 - 21:19 wib
05 April 2026 - 18:33 wib
05 April 2026 - 16:22 wib
05 April 2026 - 09:13 wib
05 April 2026 - 09:11 wib