Pandemi, Kemenag Mulai Kembangkan Madrasah Digital

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Unduh
1653623468609_1653623501

Pandemi

Kemenag mulai mengembangkan madrasah digital untuk mengoptimalkan pembelajaran daring, terutama selama pandemi. Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Muhammad Zain mengatakan program pelatihan untuk guru ini dikembangkan dengan mengoptimalkan media televisi berbasis android.

"Piloting projek tahun ini sudah mulai dilakukan. Kami telah mencoba melakukan pelatihan untuk guru MTsN 41 Jakarta Al Azhar Asy-Syarif," terang M Zain di Jakarta, Rabu (24/2/2021).

Menurutnya, madrasah digital yang dikembangkan adalah madrasah yang menyelenggarakan pengelolaan pendidikan menggunakan aplikasi digital. Dalam konsep tersebut, perangkat digital bukanlah tujuan, melainkan alat bantu penunjang efektifitas dan efisiensi.

Salah satu caranya, kata M Zain, adalah dengan melakukan connektivitas melalui HP, Laptop dengan TV Android menggunakan aplikasi AppMirror (Android dan Laptop), screen mirroring (phone/ipad), google home dan chrome cast.

"Ini bagian upaya kami mendukung dan menerjemahkan program digitalisasi madrasah yang dicanangkan Direktur Jenderal Pendidikan Islam," tutur Zain.

"Dirjen Pendis selama ini terus mendorong pentingnya digital culture, budaya digital bagi peningkatan kualitas pembelajaran bagi guru-guru madrasah," sambungnya.

Dengan pendekatan ini, lanjutnya, selama pandemi, guru bisa mengajar di kelas, sementara siswa tetap dari rumah. Penggunaan sarana televisi memungkinkan siswa dapat melihat suasana kelas secara lebih luas. Hal itu diharapkan dapat mengurangi kerinduan mereka terhadap ruang belajar di madrasah.

"Ini juga sejalan dengan arahan Menko PMK, agar guru mengajar di sekolah, siswa tetap belajar dari rumah," serunya.

Kenapa MTsN 41 Al Azhar Asy Syarif yang dipilih sebagai piloting? Zain menjelaskan karena model madrasah digital ini juga akan dimanfaatkan dalam pembelajaran daring dengan narasumber dari Al Azhar, Kairo.

"Kami harap pendekatan ini efektif. Nantinya, setelah pandemi usai, sarana pembelajaran yang ada tetap bisa digunakan. Jika kondisi sudah normal, para siswa bisa belajar dari sekolah, guru bisa dari lokasi mana saja," tandasnya. (kemenag)

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1664682902002_1664682974

Saintek

Mahasiswa PPG Gelombang I Diserahkan ke 72 LPTK

SIAPBELAJAR.COM - Ditjen GTK serahkan 13.809 peserta atau mahasiswa program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan gelombang 1 ke 72 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK).Proses penyerahan m
1664683491461_1664683534

Trending

Ditjen GTK Sebut Kuota PPPK Ada 319.797 Formasi

SIAPBELAJAR.COM - Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Nunuk Suryani menyampaikan bahwa kuota pega
1662854829673_1662855164

Trending

Ditjen GTK Kemendikbudristek Hadirkan Webinar Sapa GTK Episode #7

SIAPBELAJAR.COM - Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), Kemendikbudristek, kembali menghadirkan webinar Sapa GTK Episode #7 dengan pembahasan mengenai Program Pendidikan Profe
1661493950824_1661493974

Saintek

Program Guru Penggerak Terus Mengalami Peningkatan

SIAPBELAJAR.COM - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) hingga saat ini telah menyelenggaraka
1658584534196_1658584558

Saintek

Refreshment PKB Guru Madrasah

SIAPBELAJAR.COM - Sebanyak 616 guru madrasah yang mendapat tugas sebagai Fasilitator Provinsi mengikuti Refreshment Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Guru Madrasah. Kegiatan dilaksa