SIAPBELAJAR.COM - Mulai senin depan beli minyak goreng curah
akan memakai aplikasi Peduli lindungi, sebab pemerintah akan mengubah sistem
pembayaran minyak goreng curah rakyat (MGCR) menggunakan aplikasi Peduli
Lindungi.
Sistem ini bertujuan untuk membuat tata kelola distribusi
menjadi lebih akuntabel dan bisa terpantau mulai dari produsen hingga konsumen.
Baca Juga : Singapura Mengkonfirmasi Kasus Cacar Monyet Pertama
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan masa sosialisasi akan dimulai Senin (27/6) sampai dua minggu ke depan.
Setelah masa sosialisasi selesai, seluruh penjualan dan pembelian minyak goreng curah rakyat akan menggunakan PeduliLindungi atau menunjukkan NIK bagi yang tidak punya aplikasi.
Pembelian Dibatasi per-Harinya
Nantinya pembelian minyak goreng curah rakyat di tingkat
konsumen akan dibatasi maksimal 10 kg untuk satu NIK per harinya dan dijamin
bisa diperoleh dengan HET Rp 14.000/liter atau Rp 15.500/kg.
"MGCR dengan harga tersebut bisa diperoleh di
penjual/pengecer yang terdaftar resmi dalam program Simirah 2.0 dan juga
melalui Pelaku Usaha Jasa Logistik dan Eceran (PUJLE) yakni Warung Pangan dan
Gurih," jelas Luhut.
Baca Juga : Menparekraf Sebut Garut The Switzerland Van Java
Tujuan dari perubahan sistem pembayaran ini merupakan suatu
upaya pemerintah untuk memberikan kepastian akan ketersediaan dan
keterjangkauan harga minyak gorang bagi seluruh lapisan masyarakat.
Penggunaan PeduliLindungi disebut berfungsi jadi alat
pemantau dan pengawasan di lapangan untuk memitigasi adanya penyelewengan di
berbagai tempat yang dapat menyebabkan terjadinya kelangkaan juga kenaikan
harga minyak goreng.
Baca Juga : Atasi PMK, Pemerintah Batasi Mobilitas Hewan Ternak
Telah turunnya harga minyak di beberapa daerah merupahan
hasil upaya pemerintah sebagai upaya atau respon dari malonjaknya harga minyak
goreng yang terjadi sejak bulan bulan lalu.
Luhut juga mengungkapkan keinginannnya untuk memastikan
pendistribusian minyak goreng curah rakyat dapat sampai ke level terbawah, dan
jangan sampai ada daerah yang tidak mendapatkan kebutuhannya.
“Tapi ini semua masih akan membutuhkan waktu,” terusnya.
Share and Care
Trending
Trending
Keluarga
Trending
16 April 2026 - 14:13 wib
16 April 2026 - 14:12 wib
16 April 2026 - 14:12 wib
13 April 2026 - 20:43 wib
13 April 2026 - 20:31 wib