Batang pisang di super market Amerika dibandrol dengan harga rata-rata 5,95 USD setara Rp85.000,-
Sebagai negara tropis Indonesia sangat diuntungkan karena memiliki keanekaragaman hayati yang sangat luas dan banyak.
Tanaman apa yang tidak tumbuh di Indonesia? Tongkat kayu dan batu pun jadi tanaman, kata lagu Tanah Surga menggambarkabn saking suburnya Indonesia.
Rempah-rempah yang banyak yang pernah jadi pemicu terjadinya kolonialisme di negeri ini, hingga tanaman obat, kayu keras, tanaman hias, jenis palma dan jenis pisang-pisangan yang tak terhitung ragamnya.
Jenis tanaman yang disebut terakhir tadi, selain buahnya dapat dikonsumsi dengan rasa yang lezat dan mengenyangkan, tanaman pisang merupakan salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai bahan dasar obat.
Baca juga: Keren! Wisata Halal Indonesia Raih Peringkat ke-2 2022
Secara tradisional, di lingkungan masyarakat pedesaan yang masih memegang nilai-nilai tradisional, getah batang pisang biasa digunakan sebagai obat penyembuh luka.
"Benar, itu! Kolot baheula mah (orang tua zaman dulu) kalau ada luka kena gores atau tapak labuh (luka karena jatuh) mereka biasa pakai getah pisang, saya juga masih begitu kalau ke sawah atau ke kebun tiba-tiba ada luka tinggal nyari pohon pisang," ungkap Abah Juju, salah seorang petani di Kecamatan Sukaratu kepada Siapbelajar.com
Sebagai Sumber Pangan
"Sekarang mah orang jarang pakai karena udah ada obat modern kayak antiseptik atau obat merah," kata dia.
Di Indonesia tanaman pisang sangat melimpah dan tumbuh dengan baik, tetapi batang pisang jarang dimanfaatkan.
"Sebetulnya orang tua zaman dulu pernah memanfaatkan batang pisang sebagai sumber pangan, tapi karena dianggap sebelah mata dan tidak dibiasakan pemanfaatannya tidak membudaya, padahal rasanya juga enak seperti sayuran lainnya, kalau batang talas sekarang masih ada yang masak, namanya poloy," sambung Abah.
Batang pisang selain memiliki manfaat kesehatan, ternyata memiliki nilai ekonomi yang mencengangkan! Harga batang pisang di supermarket Amerika dibandrol dengan harga rata-rata 5,95 USD atau setara dengan Rp85.000,- di pasar internasional.
"Iya, saya pernah dengar batang pisang justru dijual mahal di luar negeri. Mereka mengolahnya sebagai bahan makanan, di sini mungkin sumber pangan banyak pilihan dan mungkin sudah terlanjur identik dengan bahan ganjal saat memandikan mayat, hahaha" kata Rustandi, warga Cisayong ketika ditanya Siapbelajar.com apakah dirinya tahu jika batang pisang punya nilai ekonomi tinggi di luar negeri.
Ekonomi
Ekonomi
Religi
Ekonomi
Religi
16 April 2026 - 14:13 wib
16 April 2026 - 14:12 wib
16 April 2026 - 14:12 wib
13 April 2026 - 20:43 wib
13 April 2026 - 20:31 wib