Ada Mapel Porsi Besar di Kurikulum Merdeka SLB

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Trending
SLB_1663887491

Ilustrasi: Siswa SLB Sekolah Luar Biasa) ACD Pertiwi (foto: Dinas Kominfo Jatim)

SIAPBELAJAR.COM - Struktur Kurikulum Merdeka untuk siswa SLB mengacu pada struktur Kurikulum Merdeka untuk siswa SD, SMP, dan SMA reguler. Namun, juga ada penyesuaian untuk peserta didik yang memiliki hambatan intelektual.

Para siswa SLB yang tidak memiliki hambatan intelektual bisa mengikuti kurikulum reguler, dengan penyesuaian terhadap kondisi murid yang bersangkutan. Mengutip dari laman Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus Kemendikbudristek, penyesuaian ini diberlakukan untuk keterampilan fungsional dan mata pelajaran yang menunjang kebutuhan tersebut.

Di samping itu, Capaian Pembelajaran (CP) pendidikan khusus juga disusun berdasarkan CP reguler yang dimodifikasi sesuai karakteristik dan kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus.

Siswa SLB yang tidak mempunyai hambatan intelektual, bisa tetap memakai CP yang sama dengan satuan pendidikan reguler. Demikian dikatakan dalam media sosial Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek.

Kurikulum Merdeka untuk siswa SLB memberikan porsi paling besar untuk mata pelajaran keterampilan. Sebab, proyeksi pembelajarannya adalah kemandirian, sehingga murid dipersiapkan sebagai lulusan yang siap kerja dan bisa berwirausaha.

Selain beberapa hal di atas, ada beberapa hal lain mengenai seluk beluk Kurikulum Merdeka untuk SLB yang perlu dipahami. Simak pemaparannya, mengutip dari laman Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus Kemendikbudristek.

Kurikulum Merdeka SLB

1. Untuk SMPLB dan SMALB, porsi jam pelajaran paling besar adalah mapel kelompok keterampilan. Sementara, untuk SDLB adalah seni dan budaya.

2. Siswa SMPLB dan SMALB memilih satu jenis keterampilan sesuai bakat dan minatnya di kelas VIII. Saat di kelas VII, siswa bisa memilih 2 jenis keterampilan atau lebih.

3. Sekolah bisa mengembangkan jenis keterampilan secara mandiri sesuai kebutuhan dan karakteristik daerahnya, serta ketersediaan SDM.

4. Mapel seni budaya di SMPLB dan SMALB pada kelompok mapel umum, berfungsi untuk sarana apresiasi dan terapi, sedangkan mapel seni pada kelompok keterampilan berfungsi untuk pembekalan profesi.

5. Program kebutuhan khusus di SMALB adalah mapel wajib, seperti di SDLB dan SMPLB.

6. Pengampu mapel program kebutuhan khusus adalah guru pendidikan khusus, guru mapel lain, atau guru kelas yang dinilai layak oleh kepala sekolah. Guru mapel lain atau guru kelas, wajib memperoleh pelatihan kompetensi program kebutuhan khusus.

7. Penentuan fase siswa didasarkan pada hasil asesmen diagnostik.

8. Murid berkebutuhan khusus dari SLB bisa melanjutkan sekolah ke satuan pendidikan penyelenggara pendidikan inklusif dengan mengikuti kelas transisi.

9. Alokasi jam pelajaran sifatnya fleksibel, sehingga satuan pendidikan/sekolah bisa menyesuaikan beban belajar dengan karakteristik, kebutuhan belajar, dan/atau kebutuhan akademik, budaya, sosial, dan sebagainya.

10. Muatan pelajaran kepercayaan untuk penganut kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, dilakukan sebagaimana perundang-undangan yang mengatur layanan pendidikan kepercayaan kepada Tuhan YME.

11. Program magang diatur lebih lanjut oleh pemimpin unit utama yang menangani kurikulum, asesmen, dan perbukuan.

12. Proses identifikasi dan penumbuhkembangan minat, bakat, dan kemampuan siswa dilaksanakan oleh guru yang dikoordinasikan oleh guru BK. Jika guru BK belum mencukupi, maka koordinasi dilakukan guru lainnya.

Demikian beberapa hal yang perlu diketahui mengenai Kurikulum Merdeka untuk SLB. 

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1682467957492_1682468114

Saintek

Kemendikbudristek Bawa Delegasi Hasil dari Program Merdeka Belajar

SIAPBELAJAR.COM - Pada Hannover Messe kali ini Kemendikbudristek membawa delegasi dari berbagai satuan pendidikan yang merupakan hasil dari program Merdeka Belajar. Khusus pada bidang vokasi, Kemendik
1673736447117_1673736329

Saintek

Antisipasi Kepunahan Bahasa Lokal Mendikbudristek Luncurkan Merdeka Belajar Episode 17

SIAPBELAJAR.COM - Bahasa daerah terancam punah karena tidak lagi digunakan oleh para penuturnya serta tidak lagi diwariskan kepada generasi berikutnya (Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa,
1673393405128_1673393482

Saintek

Mendikbudristek: Semangat Kampus Merdeka di Sulawesi Utara Luar Biasa

SIAPBELAJAR.COM - Setelah meninjau transformasi pendidikan di Kota Tomohon, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim berkunjung ke Universitas Neger
1669075330086_1669075408

Saintek

FTBI Bagian dari Implementasi Kebijakan Merdeka Belajar

SIAPBELAJARCOM - Festival Tunas Bahasa Ibu 2022 merupakan media apresiasi kepada para peserta revitaslisasi bahasa daerah. Festival ini dilaksanakan secara berjenjang dari sekolah di tingkat kecamatan
1665293764977_1665293785

Saintek

Kemendikbudristek Keluarkan Platform Kebijakan Merdeka Belajar

SIAPBELAJAR.COM -SIAPBELAJAR.COM - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengeluarkan platform  Rapor Pendidikan sebagai salah satu kebijakan Merdeka Belaj