SIAPBELAJAR.COM - Kabar startup di Amerika Serikat hingga Indonesia marak melakukan pemutusan hubungan kerja atau PHK membuat heboh jagat internet.
Namun Profesor Rhenald Kasali dalam unggahan podcast di kanal youtube-nya mempertanyakan apakah separah itu?
"Semua bisnis mengalami kesulitan di zaman yang serba sulit. Media menulis berita, tugas kita mengoreksi dengan data. Bukan menelan mentah-mentah. Berapa banyak yang di PHK? Apa alasan sesungguhnya?" tulis akademisi dan praktisi bisnis asal Indonesia yang juga merupakan guru besar bidang Ilmu manajemen di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Baca juga: Thrift Shop Naik Daun dan Banyak Digemari Anak Muda
Sebelumnya, ada beberapa perusahaan rintisan yang berhasil meraup dana berlimpah, tetapi akhirnya gagal. Dan seperti diberitakan oleh sejumlah media massa ejumlah startup Indonesia belakangan ini melakukan PHK kepada ratusan pekerja mereka, diantaranya Fabello, TaniHub, PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) atau LinkAja dan Zenius Education, Uang Teman hingga JD.ID.
Sebelum ini, beberapa startup Indonesia juga dikabarkan pada akhirnya harus gulung tikar antara lain Airy Rooms, Stoqo, Qlapa, dan Sorabel.
Menanggapi hal tersebut, Rhenald Kasali mengatakan "Hati-hati jump over conclussion! melompat dari berita yang bersifat bombastic, kemudian disajikan opini tanpa mengecek data dan akhirnya dijadikan berita lagi. Dan berputarlah masyarakat di sana. Ini kita saksikan dalam persoalan soal Startup," terang guru besar kelahiran 13 Agustus 1960 ini.
Adanya Restrukturisasi
"Benarkah Startup Sedang Mengalami Masa Sulit dan Akan Berakhir?" Rhenald mengawali kembali dengan pertanyaan dalam menjelaskan kondisi startup saat ini, menurutnya dalam akaun youtube dengan 359.000 lebih subscribers ini, apa yang dinamakan "Bubble Burst" bukannya pecah tetapi bocor ini, menurut pandangannya pecah atau bocor pada gelembungg adalah sama saja walaupun sekedar bocor.
Tetapi yang harus digaris bawahi adalah benarkah start up ini sedang menghadapi masalah atau semua usaha yang menghadapi masalah? Rhenal memberikan penekakan.
"Saya baca berita sambil geleng-geleng kepala, berapa karyawan yang terkena phk? Atau perusahaan ini yang merubah posisinya melakukan restrukturisasi penajaman usaha menutup salah satu sektor persis yang dilakukan Gojek dulu ketika menutup beberapa lini bisnisnya," kata akademisi dan praktisi bisnis, yang pernah menarik perhatian lantaran menyoroti soal kekayaan yang kerap dipamerkan oleh sejumlah orang yang dikenal dengan istilah Flexing ini.
Beberapa point penting penjelasan guru besar yang bertajuk Heboh! Badai PHK Startup Bukannya Persoalan Biasa? yang tayang premiere pada 8 Juni 2022 ini, diantaranya startup dibutuhkan perusahaan besar untuk meremajakan perusahaan, era baru ini tidak bisa dibawa mundur ke belakang dan startup akan selalu bermunculan yang awalnya kecil-kecil dan akan membesar.
Ekonomi
Ekonomi
Religi
Ekonomi
Religi
16 April 2026 - 14:13 wib
16 April 2026 - 14:12 wib
16 April 2026 - 14:12 wib
13 April 2026 - 20:43 wib
13 April 2026 - 20:31 wib