Dorong PTM, Guru Diimbau Lakukan Asesmen Diagnostik

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Saintek
1657945525708_1657945536

Ilustrasi - PTM masih menjadi yang paling efektif dibandingkan dengan sistem lain, seperti Pembelajaran Jarak Jauh

SIAPBELAJAR.COM – Kasus pandemi Covid-19 telah melandai turun. Namun, dampaknya hingga saat ini masih terasa, termasuk di dunia pendidikan. Siswa mengalami ketertinggalan dalam belajar. Untuk itu, Kemendikbudristek mendorong satuan pendidikan melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen.

Direktur Sekolah Dasar, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Muhammad Hasbi, mengimbau para guru untuk mengenali kemampuan setiap siswa melalui asesmen diagnostik.

Pasalnya, selama masa pandemi Covid-19, peserta didik belajar berbeda-beda sehingga level kemampuannya beragam. “Saat PTM, guru bisa menerapkan pembelajaran berbasis kemampuan murid,” ujar Hasbi dalam satu acara.

Baca Juga : Pembelajaran Tatap Muka Metode Terbaik bagi Siswa 

Terapkan Asesmen Diagnostik

Asesmen diagnostik merupakan sebuah asesmen yang dilakukan secara spesifik untuk mengidentifikasi kompetensi, kekuatan, kelemahan siswa, sehingga pembelajaran dapat dirancang sesuai dengan kompetensi dan kondisi siswa.

Penerapan asesmen diagnostic sejalan dengan upaya Kemendikburistek dalam memperkenalkan Kurikulum Merdeka. “Kurikulum Merdeka ini memiliki sejarah yang panjang di mana pada awal pandemi, Kemendikbudristek melakukan penyesuaian terhadap Kurikulum 2013 yang kemudian melahirkan Kurikulum Darurat,” terangnya.

Ia menuturkan, pandemi Covid-19 membatasi aktivitas manusia sehingga berdampak terhadap banyak bidang, termasuk pendidikan. Hal ini menyebabkan learning loss atau kehilangan pembelajaran sehingga memicu menurunnya capaian belajar.

Dari hasil penelitian yang dilakukan Kemendikbudristek, Kurikulum Darurat ini mampu mengatasi kehilangan pembelajaran yang terjadi di satuan pendidikan. “Oleh karena itu, kurikulum ini kita sempurnakan menjadi Kurikulum Merdeka yang menjadi amunisi bagi pemerintah untuk melakukan pemulihan pembelajaran di masa pandemi Covid-19,” tandasnya. 

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1661159886001_1661159901

Saintek

Siswa Filipina Kembali ke Sekolah untuk Pertama Kalinya Sejak Covid-19

SIAPBELAJAR.COM - Jutaan siswa di seluruh Filipina telah kembali ke ruang kelas pada hari Senin, setelah menjadi salah satu negara dengan penutupan sekolah terlama di dunia.Hampir separuh sekolah di
1657946181434_1657946225

Saintek

Kantin Sekolah Boleh Buka, Syarat dan Ketentuan Berlaku

SIAPBELAJAR.COM – Mendikbudristek, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Mendagri telah menerbitkan Keputusan Bersama (SKB Empat Menteri) Nomor 01/KB/2022, Nomor 408 Tahun 2022, Nomor HK.01.08/MEN
1657945525708_1657945536

Saintek

Dorong PTM, Guru Diimbau Lakukan Asesmen Diagnostik

SIAPBELAJAR.COM – Kasus pandemi Covid-19 telah melandai turun. Namun, dampaknya hingga saat ini masih terasa, termasuk di dunia pendidikan. Siswa mengalami ketertinggalan dalam belajar. Untuk itu,
1657724740272_1657724757

Saintek

Sekolah di Tasikmalaya, Jawa Barat Mulai Terapkan PTM 100 Persen

SIAPBELAJAR.COM- Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, akan tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah-sekolah dengan kapasitas 100% untuk tahun ajaran 2022/2023.
1657341959452_1657341966

Saintek

Pembelajaran Tatap Muka Metode Terbaik bagi Siswa

SIAPBELAJAR.COM - Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Iwan Syahril, mengatakan, terjadinya pandemi covid-19 membuat sejumlah negara di dunia memberlakukan kebijakan Pembelajaran Jarak Ja