Ridwan Kamil Pastikan PPDB 2022 Berlangsung Adil dan Transparan

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Saintek
1654605996278_1654606737

Ridwan Kamil meninjau langsung pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kantor Dinas Pendidikan Jabar

Siapbelajar.com -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memantau sekaligus memastikan pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2022 di Jabar berlangsung adil dan transparan.

Guna memastikan PPDB berjalan lancar, Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil meninjau langsung alur pendaftaran dan pengaduan, serta Command Center yang terhubung dengan 27 Kabupaten/ Kota di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jabar.

"Alhamdulillah, ini menjadi tugas yang urgen. Kami memonitor, ribuan orang tua lagi cemas, mereka ingin memastikan anaknya masuk sekolah," kata Kang Emil di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jabar, Kota Bandung, Selasa (7/6/2022).

Dalam menghadapi PPDB di Jabar yang melibatkan jutaan pelajar, Kang Emil menegaskan, sistem yang dibuat berasaskan keadilan dan transparan.

"Sistem Jabar telah didesain sebagai sistem PPDB yang adil, tangguh, dan transparan. Jadi saya pesankan, tolong seadil-adilnya dan harus membela warga yang miskin," tuturnya.

Baca juga: Keluarga Ridwan Kamil Apresiasi Media yang Humanis dan Empatik

Hal yang ditekankan Gubernur pada PPDB 2022 ialah memastikan agar warga miskin/ kurang mampu di Jabar bisa diberikan bantuan. Salah satunya melalui Program Swasta Peduli Duafa.

"Untuk mendukung keadilan, anggaran untuk warga tidak mampu kalau di sekolah negeri sepenuhnya gratis. Sedangkan yang sekolah di swasta kita kasih anggaran," ungkap Kang Emil.

"Nah, tahun ini spesial. Kita bikin Program Swasta Peduli Duafa. Anak duafa yang bersekolah di swasta tak perlu membayar sama sekali selama satu sampai tiga tahun," tambahnya.

Program gotong royong tersebut menurut Gubernur diperkirakan akan menyasar sekitar 5.000 pelajar kategori kurang mampu yang tersebar di 27 Kabupaten/ Kota se-Jabar.

Gerakan tersebut dilakukan dari hati ke hati oleh tiap perwakilan Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) yang tersebar di 13 wilayah se-Jabar.

"Sekarang kita gerakan dari hati ke hati dari pihak yayasan. Ada ratusan sekolah bersedia bergabung. Hasil hitungannya, satu kota ada 700-an kursi gratis dari swasta, jika dikalikan 27 Kabupaten/ Kota, maka diasumsikan jumlahnya lebih dari 5.000," tuturnya.

"Untuk itu, saya mengucapkan terima kasih kepada sekolah swasta yang menggratiskan anak-anak duafa, yang dulunya hanya satu sekolah swasta, tapi sekarang ada ratusan sekolah swasta ikutan dalam program keadilan bagi warga tak mampu," tutup Gubernur.

Peduli duafa

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jabar Dedi Sopandi menuturkan, Program Swasta Peduli Duafa telah dibuka sejak tahun 2021. Namun waktu itu hanya khusus Kota Bandung dengan kuota 70 siswa.

"Tahun lalu kami upayakan yayasan atau sekolah swasta turut membantu melalui program kepedulian menggratiskan warga miskin. Saat itu khusus Bandung saja dan ada 70 siswa," jelas Dedi. Inovasi tersebut akan diterapkan tahun ini kepada 13 KCD se-Jabar.

Baca juga: Presiden: Ketegaran dan Ketabahan Ridwan Kamil Jadi Teladan

Ia berharap ini sebagai upaya agar anak-anak yang berada di lingkungan keluarga kurang mampu tetap bisa mengenyam dunia pendidikan

."Tahun ini saya sampaikan program ini ke seluruh cabang dinas. Tolong buka program sekolah swasta peduli kaum duafa dan masyarakat miskin," ujarnya.

Menurut Dedi, salah satu KCD telah menyampaikan data lengkap, terdapat 21 sekolah dan yayasan SMA/ SMK swasta di Kota Bandung dengan total kuotanya mencapai 748. 

Mereka siap menampung dan menggratiskan warga miskin selama tiga tahun. Apabila setiap Kabupaten/ Kota bisa menggratiskan setidaknya dengan jumlah kuota yang sama (748), maka akan ada ribuan anak-anak kurang mampu di Jabar bisa bersekolah secara gratis melalui program tersebut.

"Kami akan membuat pemetaan laporan dari seluruh cabang dinas berapa sekolah se-Jawa Barat yang mau menggratiskan warga miskin, dan berapa jumlah kuota yang bisa diberikan," papar Dedi.

"Ini sebagai bagian dari solusi-solusi yang akan kita gulirkan karena di era pandemi ini yang miskin bertambah banyak, tapi jumlah sekolah negeri terbatas, maka harus dibuka inovasi itu," pungkasnya. ***

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1681423757543_1681423827

Saintek

Kemendikbud Tentukan Usia Masuk Sekolah TK Sampai SMK/SMA 2023

 SIAPBELAJAR.COM - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) mengeluarkan aturan baru mengenai syarat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2023.Adapun aturannya
1681001063705_1681001107

Saintek

Penerimaan PPDB 2023 Terbagi Empat Jalur

SIAPBELAJAR.COM - Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB ) 2023 akan terbagi empat jalur dengan perbedaan kuota di masing-masing jalurnya. Berikut ini informasinya. Ketentuan dan norma mengenai PPDB ter
1677030546846_1677030847

Trending

GCC Tasikmalaya untuk Anak Muda Kreatif

SIAPBELAJAR.COM - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil  meresmikan Gedung Creative Center (GCC) Tasikmalaya di Jalan Lingkar Dadaha komplek Olah Raga Dadaha Kelurahan Nagarawagi Kecamatan Cihideung,
1664376136863_1664376189

Ekonomi

Ridwan Kamil Apresiasi Digitalisasi Pasar Tradisional Sukatani Depok

SIAPBELAJAR.COM- Program digitalisasi Pasar Sukatani di Kota Depok sudah diterapkan dengan pola pembayaran nontunai melalui QRIS. Hal ini mendapat apresiasi dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil."Pas
1664243126918_1664243201

Ekonomi

Strategi Ridwan Kamil Kendalikan Laju Inflasi di Jawa Barat

SIAPBELAJAR.COM – Strategi pengendalian Inflasi di Jawa Barat dilakukan Ridwan Kamil dengan dengan menyediakan anggaran mencapai Rp225 miliar. Angka itu berasal dari gabungan APBD Pemerintah Provins