Diplomasi Budaya Melalui Jalur Rempah

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Seniraga
1656756099541_1656756109

Jalur Rempah memiliki peran yang sangat penting baik bagi dunia maupun bagi Indonesia

SIAPBELAJAR.COM - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, mengapresiasi para Laskar Rempah yang telah mengarungi jalur rempah di Nusantara selama 30 hari menggunakan Kapal Republik Indonesia (KRI) Dewaruci.

Ia berharap, misi dalam Muhibah Budaya Jalur Rempah 2022 itu memberikan pelajaran pada generasi muda akan hebatnya nenek moyang kita dahulu dalam menelusuri jalur rempah. “Mereka merupakan bagian dari laskar jalur rempah ini. Masa depan Indonesia ini ada di tangan mereka nantinya," kata Muhadjir saat menyambut kepulangan peserta Laskar Rempah di Dermaga Madura, Koarmada II, Surabaya, Jumat (1/7).

Baca jugaRekomendasi Bakso Terenak di Tasikmalaya

Menurutnya, dalam rangka mengembangkan diplomasi budaya, Jalur Rempah memiliki peran yang sangat penting baik bagi dunia maupun bagi Indonesia. Sebagai jaringan perdagangan terbesar dunia dalam menciptakan simpul-simpul keindonesiaan antar wilayah di Nusantara dan menjadikan Indonesia sebagai wilayah strategis dalam perdagangan dunia.

“Kita tahu kalau China itu memiliki jalur sutra, Indonesia memiliki namanya jalur rempah. Kedua jalur itu bisa dimanfaatkan untuk menghubungkan dan mendistribusikan produk unggulan masing-masing,” tandas Muhadjir.

Untuk itu, ia berharap kegiatan Muhibah Budaya Jalur Rempah dapat diteruskan pada tahun-tahun mendatang dan dijadikan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO.

“Ini adalah wadah pertemuan para pelaku budaya lintas daerah sebagai sarana diplomasi dan kampanye untuk mengangkat semangat kejayaan rempah Indonesia,” ucap Muhadjir.

Ikon Budaya

Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid, mengungkapkan, perjalanan budaya itu menegaskan bahwa jejak rempah Indonesia telah menjadi ikon budaya yang mendunia.

“Menjadi jalur diplomasi bidang kebudayaan dan solusi jangka panjang yang menjadikan budaya sebagai pendorong pembangunan berkelanjutan,” tutur Hilmar.

Melalui Muhibah Budaya Jalur Rempah, bangsa Indonesia akan melihat berbagai jejak yang ditinggalkan dari perdagangan rempah pada masa lalu dalam berbagai bentuk akulturasi budaya, berdirinya benteng, terciptanya wastra, kesenian, dan lain-lain.

“Kita rekonstruksi kembali fakta sejarah tersebut dan ketersambungan budaya dan simpul yang kita singgahi. Kita tumbuhkan kembali kebanggaan akan jati diri bangsa terutama pada generasi muda dengan mengikutsertakan mereka pada kegiatan ini,” papar Hilmar. ***

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1701856912614_1701857019

Trending

Keindahan Kampung Adat Cirendeu

Kampung Adat Cireundeu terletak di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat. Kampung ini memiliki luas 64 hektar, terdiri dari 60 hektar untuk pertanian dan 4 hektar unt
1690613919532_1690613930

Share and Care

Kebudayaan yang Ada di Jepang: Unik, Menarik, dan Mengagumkan

Jepang adalah negara yang terkenal dengan kebudayaannya yang kaya dan beragam. Kebudayaan Jepang mencerminkan sejarah, geografi, agama, dan nilai-nilai masyarakatnya. Kebudayaan Jepang juga dipengaruh
1665737256484_1665737263

Seniraga

Ada Tiga Museum Baru di Indonesia

Siap Belajar - Kemendikbudristek melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan meluncurkan tiga museum yang baru didirikan, yaitu Museum Batik Indonesia di Jakarta, Museum Semedo di Tegal, dan Museum Song
1663116475903_1663116639

Trending

70 Musisi dari 20 Negara Tampil di Orkestra G20

SIAPBELAJAR.COM - Sebanyak 70 musisi muda dunia dari 20 negara anggota G20 tampil memukau dalam Orkestra G20 (G20 Orchestra) di area Aksobya, halaman Candi Borobudur, M
1659769900742_1659769910

Saintek

10 Siswa Madrasah Bakal Belajar di Eropa dan Amerika

SIAPBELAJAR.COM -  Sepuluh siswa madrasah mendapat kesempatan untuk belajar di Eropa dan Amerika selama satu tahun. Sebelumnya mereka mengikuti seleksi program AFS dan Kennedy-Lugar Youth Exch