SIAPBELAJAR.COM - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan
Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, mengapresiasi para Laskar Rempah yang
telah mengarungi jalur rempah di Nusantara selama 30 hari menggunakan Kapal
Republik Indonesia (KRI) Dewaruci.
Ia berharap, misi dalam Muhibah Budaya Jalur Rempah 2022 itu memberikan pelajaran pada generasi muda akan hebatnya nenek moyang kita dahulu dalam menelusuri jalur rempah. “Mereka merupakan bagian dari laskar jalur rempah ini. Masa depan Indonesia ini ada di tangan mereka nantinya," kata Muhadjir saat menyambut kepulangan peserta Laskar Rempah di Dermaga Madura, Koarmada II, Surabaya, Jumat (1/7).
Baca juga: Rekomendasi Bakso Terenak di Tasikmalaya
Menurutnya, dalam rangka mengembangkan diplomasi budaya, Jalur Rempah memiliki peran yang sangat penting baik bagi dunia maupun bagi Indonesia. Sebagai jaringan perdagangan terbesar dunia dalam menciptakan simpul-simpul keindonesiaan antar wilayah di Nusantara dan menjadikan Indonesia sebagai wilayah strategis dalam perdagangan dunia.
“Kita tahu kalau China itu memiliki jalur sutra, Indonesia memiliki namanya jalur rempah. Kedua jalur itu bisa dimanfaatkan untuk menghubungkan dan mendistribusikan produk unggulan masing-masing,” tandas Muhadjir.
Untuk itu, ia berharap kegiatan Muhibah Budaya Jalur Rempah dapat diteruskan pada tahun-tahun mendatang dan dijadikan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO.
“Ini adalah wadah pertemuan para pelaku budaya lintas daerah sebagai sarana diplomasi dan kampanye untuk mengangkat semangat kejayaan rempah Indonesia,” ucap Muhadjir.
Ikon Budaya
Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid, mengungkapkan, perjalanan budaya itu menegaskan bahwa jejak rempah Indonesia telah menjadi ikon budaya yang mendunia.
“Menjadi jalur diplomasi bidang kebudayaan dan solusi jangka panjang yang menjadikan budaya sebagai pendorong pembangunan berkelanjutan,” tutur Hilmar.
Melalui Muhibah Budaya Jalur Rempah, bangsa Indonesia akan melihat berbagai jejak yang ditinggalkan dari perdagangan rempah pada masa lalu dalam berbagai bentuk akulturasi budaya, berdirinya benteng, terciptanya wastra, kesenian, dan lain-lain.
“Kita rekonstruksi kembali fakta sejarah tersebut dan ketersambungan budaya dan simpul yang kita singgahi. Kita tumbuhkan kembali kebanggaan akan jati diri bangsa terutama pada generasi muda dengan mengikutsertakan mereka pada kegiatan ini,” papar Hilmar. ***
Trending
Share and Care
Seniraga
Trending
Saintek
06 February 2024 - 20:07 wib
14 August 2023 - 07:35 wib
14 August 2023 - 07:27 wib
10 August 2023 - 13:09 wib
09 August 2023 - 11:28 wib