SIAPBELAJAR.COM - Sejak tahun 2019, pemerintah sudah menyampaikan rencananya mengenai penghapusan minyak goreng curah di pasaran. Kini, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memastikan bahwa minyak goreng curah akan dihapus. Kendati demikian, minyak goreng curah ini nantinya akan diganti dengan kemasan.
"Kita mau curah ini kita bikin kemasan bertahap ya kemasan sederhana ya kan bagus jadi bermartabat bangsa kita lebih lagi," ujar Luhut di Kantor BPKP, Matraman, Jakarta Timur, pada Rabu (15/6/2022).
Baca juga: Dinkes Aceh Imbau JCH Banyak Konsumsi Air Putih
Minyak Goreng Curah Kurang Higienis
Menko Luhut menilai wacana penghapusan minyak goreng curah ini dikarenakanan minyak goreng curah ini kurang higienis.
"Kami minta secara bertahap tidak ada lagi minyak curah. Jadi, sekarang kemasan semua, karena minyak goreng curah itu kurang higienis," kata Luhut.
Negara yang Masih Menggunakan Minyak Goreng Curah
Ia pun memaparkan bahwa di dunia ini ada dua negara yang masih menggunakan minyak goreng curah, salah satunya adalah Indonesia.
Sementara negara lain di dunia tidak lagi menggunakan komoditas ini sebagai pangan dasarnya. Dia mengatakan harus ada perubahan terhadap minyak curah.
"Gini, cuma dua di dunia ini negara yang masih curah, Bangladesh dan Indonesia. Kita mau terus menerus begitu?" ujar Luhut
Diganti dengan Minyak Goreng Kemasan
Pemerintah memang akan menghapus minyak goreng curah di pasaran. Namun sebagai gantinya, otoritas akan mengemas minyak goreng curah menjadi kemasan yang sederhana.
Dimana Luhut menyebut
langkah ini dilakukan secara bertahap. Ia pun berpendapat bahwa masyarakat
dinilai tidak menyukai penggunaan minyak curah. Terutama masyarakat DKI
Jakarta.
"Kita mau curah ini jadi kemasan, secara bertahap ya, jadi kemasan sederhana. Kan jadi bagus, bermartabat bangsa ini lebih lagi. Di Jakarta ini kan orang lebih nggak suka lagi pakai curah," ujarnya.
Meski akan dihapus Luhut mengatakan bahwa pemerintah akan terus berupaya menekan harga minyak goreng agar sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Rp14.000/liter.
"Harganya tetap
Rp14.000-an, ya ada naik-turun, naik-turun gitu, ya market mekanisme kalau
suplainya cukup ya jalan," kata dia.
Trending
Keluarga
Trending
Ekonomi
Ekonomi
05 April 2026 - 21:19 wib
05 April 2026 - 18:33 wib
05 April 2026 - 16:22 wib
05 April 2026 - 09:13 wib
05 April 2026 - 09:11 wib