Penjualan Apple dan Amazon Meningkat di Tengah Krisis Ekonomi

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Trending
Poster Halo NilaiKu (Presentation (169)) (4)_1659065524

Penjualan Apple dan Amazon Meningkat

SIAPBELAJAR.COM - Amazon dan Apple mencatat penjualan yang lebih baik dari yang diperkirakan, sehingga mereka dapat meyakinkan investor bahwa perusahaan raksasa teknologi ini akan mampu mengatasi perlambatan ekonomi global.

Amazon memperkirakan bahwa dalam pembaruan perdagangannya, biaya yang lebih tinggi untuk keanggotaan Prime-nya akan meningkatkan labanya, sementara Apple mengatakan bahwa permintaan untuk semua iPhone tetap kuat.

Kedua perusahaan mengatakan bahwa mereka membuat kemajuan dalam mengendalikan biaya operasional meskipun harga naik dengan cepat.

Pembaruan triwulanan dari Apple dan Amazon diawasi ketat sebagai indikator bagaimana pelanggan akan bereaksi terhadap krisis ekonomi.

Penyusutan Ekonomi Amerika Serikat

Pada hari Kamis, angka resmi mengungkapkan bahwa ekonomi Amerika Serikat menyusut untuk kuartal kedua secara berturut-turut. Jika hal ini terjadi di banyak negara, maka hal tersebut akan dianggap sebagai resesi ekonomi. Namun hal tersebut tidak berlaku di Amerika Serikat yang menggunakan data tambahan untuk membuat negaranya mengalami resesi itu.

“Hasil kuartal Juni terus menunjukkan kemampuan kami untuk mengelola bisnis kami secara efektif meskipun lingkungan operasi menantang” kata Chief Operating Officer Apple, Luca Maestri.

Ia juga menambahkan bahwa perusahaan memperkirakan pertumbuhannya akan meningkat lagi di bulan-bulan mendatang.

Penurunan Laba Apple dan Amazon

Meski demikian, kedua perusahaan telah melihat pertumbuhan penjualan yang melambat tajam dari tahun lalu dan mengalami penurunan laba.

Laba Apple turun hampir 11% dari tahun lalu menjadi $19,4 miliar atau sekitar Rp 288 triliun karena perusahaan bergelut dengan lockdown Covid-19 di China. Sementara Amazon kehilangan $2 miliar karena terpukul oleh perubahan nilai investasinya di pembuat mobil listrik Rivian Automotive.

Bos Apple, Tim Cook mengatakan bahwa perusahaan melihat sinyal ekonomi campuran dengan permintaan iPhone yang tetap stabil, tetapi area seperti iklan digital telah mengalami penurunan.

"Jika Anda memikirkan jumlah tantangan di kuartal ini, kami merasa sangat senang dengan pertumbuhan yang kami lakukan" kata dia.

Meningkatnya Penjualan dan Pendapatan

Secara keseluruhan, penjualan produk dan layanan Apple naik 2% year-on-year antara April dan Juni menjadi $83 miliar atau sekitar Rp 1,2 kuadriliun. Penjualan iPhone terus memperkuat keuntungan perusahaan.

Bisnis layanannya, yang mencakup Apple Pay dan layanan streaming musik dan televise juga tumbuh sebesar 12%.

Sementara itu, Amazon mengatakan bahwa pendapatannya naik 7% menjadi $121,2 miliar atau sekitar Rp 1,8 kuadriliun, meskipun bisnis e-commerce turun dalam beberapa bulan terakhir. Penjualan online menyusut sebesar 4%, pada kuartal kedua, berturut-turut mengalami penurunan.

Namun perusahaan terus terlindung oleh kekuatan divisi clouding computing Amazon Web Service (AWS) yang mencatatkan penjualannya melonjak sebesar 33%.

Ketakutan Para Investor Amazon

Pada musim semi, para investor Amazon merasa ketakutan karena penjualan online-nya melunak dan memperingatkan bahwa mereka telah menghabiskan terlalu banyak uang untuk menyewa serta menambah gudang dengan taruhan bahwa pola belanja era pandemi akan terus berlanjut.

Tapi kali ini perusahaan telah memberikan pandangan yang lebih optimis.

“Meskipun tekanan inflasi berkelanjutan dalam biaya bahan bakar, energi, dan transportasi, kami membuat kemajuan pada biaya yang lebih terkendali yang kami rujuk pada kuartal terakhir, terutama meningkatkan produktivitas jaringan pemenuhan kami” kata Kepala Eksekutif, Andy Jassy.

“Apple dan Amazon terlalu besar untuk tidak terpengaruh oleh tanda-tanda perlambatan ekonomi global” kata Scott Kessler selaku Pemimpin Sektor Global di Third Bridge.

Tetapi ukuran perusahaan memberikan mereka kekuatan yang unik untuk mengontrol tantangan-tantangan itu, terutama dalam hal menegosiasikan harga.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1660267235719_1660267258

Ekonomi

Pergeseran Resiko Perekonomian Global

SIAPBELAJAR.COM - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa risiko perekonomian dunia telah bergeser dari sebelumnya pandemi Covid-19, saat ini risiko berasal dari tekanan ek
1659252378319_1659252441

Saintek

Tiktok Akan Luncurkan Streaming Musik Saingi Spotify dan Apple Music

SIAPBELAJAR.COM - Tiktok mengembangkan platformnya yang sebelumnya untuk berbagi video pendek. Menurut sebuah laporan, raksasa teknologi China itu akan masuk ke sektor streaming musik.Informasi ini
Poster Halo NilaiKu (Presentation (169)) (4)_1659065524

Trending

Penjualan Apple dan Amazon Meningkat di Tengah Krisis Ekonomi

SIAPBELAJAR.COM - Amazon dan Apple mencatat penjualan yang lebih baik dari yang diperkirakan, sehingga mereka dapat meyakinkan investor bahwa perusahaan raksasa teknologi ini akan mampu mengatasi p
1657871419386_1657871431

Ekonomi

Amazon Akan Menciptakan 4.000 Pekerjaan Baru di Inggris

SIAPBELAJAR.COM- Raksasa ritel online Amazon mengatakan bahwa pihaknya berencana untuk menciptakan lebih dari 4.000 pekerjaan di Inggris tahun ini. Langkah tersebu
1657594066256_1657594081

Trending

Pemimpin Oposisi Siap Calonkan Diri Sebagai Presiden Sri Lanka

SIAPBELAJAR.COM- Pemimpin Oposisi Utama Sri Lanka, Sajith Premadasa mengatakan bahwa dirinya berniat mencalonkan diri sebagai presiden begitu Gotabaya Rajapaksa mundur.