SIAPBELAJAR.COM - Beberapa bagian dari ibu kota
Korea Selatan, Seoul dilanda banjir setelah diterjang hujan yang deras.
Badan Meteorologi Korea mengatakan bahwa beberapa
daerah di negara tersebut diguyur hujan dengan intensitas tertinggi dalam 80 tahun terakhir, dengan
hujan deras yang kemungkinan akan terus berlanjut selama beberapa hari.
Cuaca ekstrem telah menyebabkan pemadaman listrik di
seluruh kota dan provinsi tetangganya, sehingga terjadi tanah longsor, jalan serta
kereta bawah tanah yang terendam air.
Lebih dari 163 orang di Seoul kehilangan tempat
tinggal dan berlindung di sekolah dan fasilitas umum.
Presiden Korea Selatan, Yoon Suk-Yeol memerintahkan
pejabat pemerintah untuk mengevakuasi penduduk dari daerah yang berisiko
tinggi.
Sedikitnya sebanyak delapan orang tewas dan 14
lainnya luka-luka.
Bagian selatan ibu kota Korea Selatan dihujani lebih
dari 100mm air per jam pada Senin malam dan beberapa bagian kota dilanda
dengan 141,5mm hujan per jam.
Kekhawatiran
Mengenai Apartemen Bawah Tanah yang Terendam Banjir
Dikhawatirkan apartemen semi-basement di
kota yang dikenal sebagai banjiha terkena dampak banjir.
Setelah mengunjungi apartemen bawah tanah yang
terendam banjir, Presiden Yoon Suk-Yeol mengatakan kepada mereka yang tinggal
di daerah itu bahwa dia akan mencoba untuk memastikan kehidupan mereka kembali
normal secepat mungkin.
Sebuah pernyataan dari kantornya mengatakan bahwa dia telah menginstruksikan para pejabat untuk
melihat langkah-langkah untuk memastikan keamanan perumahan.
Badan Meteorologi Korea atau Korea's Meteorological Administration (KMA) memperkirakan bahwa hujan
lebat di bagian tengah negara itu akan berlanjut setidaknya sampai hari Rabu.
Perubahan
Iklim Sebagai Penyebab Utama Terjadinya Banjir
Banyak faktor yang menyebabkan banjir tersebut, namun
perubahan iklim telah disorot sebagai faktor kunci yang menyebabkan banjir di
Korea Selatan.
Negara ini memang sering mengalami hujan lebat di
musim panas, namun atmosfer yang memanas akibat perubahan iklim membuat curah
hujan ekstrem lebih mungkin terjadi.
“Peningkatan curah hujan yang begitu tajam dan hujan
deras yang sering terjadi tidak dapat dijelaskan tanpa tren besar perubahan
iklim” kata Pejabat KMA.
“Fenomena ini terlihat lebih sering terjadi karena
perubahan iklim yang mengakibatkan musim panas berkepanjangan” tambah dia.
Presiden Korea Selatan juga telah berbicara tentang
dampak perubahan iklim di negaranya.
“Pemerintah harus mengkaji ulang sistem
penanggulangan bencana saat ini dari awal, mengingat cuaca tidak normal akibat
perubahan iklim sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari” kata dia.
“Kita harus merespon habis-habisan sampai situasi
selesai untuk melindungi nyawa dan harta benda orang-orang yang berharga serta
mengambil langkah sampai akhir, sampai orang-orang merasa cukup” tambahnya.
Trending
Saintek
Saintek
Trending
Saintek
05 April 2026 - 21:19 wib
05 April 2026 - 18:33 wib
05 April 2026 - 16:22 wib
05 April 2026 - 09:13 wib
05 April 2026 - 09:11 wib