SIAPBELAJAR.COM - Dalam beberapa hari terakhir, salah satu universitas intensif penelitian terbesar di Kanada, Western University telah memperbarui kebijakan Covid-19.
Pihaknya mengumumkan bahwa mereka akan mewajibkan
mahasiswa, pengajar, staf dan beberapa pengunjungnya untuk menerima tiga dosis
vaksin Covid-19 dan menggunakan masker di dalam ruangan.
Universitas telah
mewajibkan masker di dalam ruangan sejak 1 September, sementara mulai 1 Oktober
2022 semua anggota Western University
akan diminta untuk menunjukkan bukti vaksinasi, termasuk booster.
Langkah-langkah
tersebut telah menyebabkan diskusi mengenai apakah Dewan Mahasiswa Universitas Western
atau Western University Student Council
(USC) harus menentang kebijakan masker
dan vaksin sekolah.
Selama pertemuan dewan, Peter Kermack selaku seorang anggota dewan Ilmu Sosial mengusulkan mosi bahwa dewan harus secara resmi menentang mandat sebagai reaksi dari mahasiswa.
Mosi untuk Menentang Persyaratan Masker di Ruang Kelas
Surat kabar resmi mahasiswa di Western University, the Gazette melaporkan bahwa mosi itu kemudian diubah untuk menentang persyaratan masker di ruang kelas.
“Jika mosi ini gagal, USC akan menunjukkan bahwa kami tidak berkomitmen untuk kepentingan konstituen kami, hal tersebut memungkinkan administrasi Western untuk terus mengembangkan kebijakan yang dianggap berbahaya oleh mahasiswa tanpa perlawanan,” kata Kermack kepada the Gazette.
Namun, Dewan Mahasiswa menolak seruan untuk menentang mandat masker dan booster. Lebih dari separuh anggota dewan, atau sebanyak 53% memberikan suara menentang mosi tersebut, sebanyak 36% mendukung, dan 5% lainnya tidak memberikan suara.
Berbeda dengan itu,
gerakan yang mendesak universitas untuk lebih transparan dan komunikatif
tentang kebijakannya diadopsi secara aklamasi.
Meskipun memberikan
suara menentang, Presiden USC, Ethan Gardner mengatakan bahwa dewan tidak yakin
dengan sikapnya apakah harus netral atau mendukung keputusan universitas untuk
menerapkan mandat.
“Sangat sulit untuk
memiliki satu pendirian yang sangat kuat yang akan mendukung semua badan mahasiswa.
Kami tidak menentang mandat, tetapi karena sekali lagi, tidak ada satu sikap
yang akan mewakili semua orang kecuali seorang anggota dewan pada bulan depan
mengajukan lagi mosi baru” kata Gardner kepada surat kabar mahasiswa.
Protes yang Diselenggarakan oleh Enough is Enough Western
Keputusan tersebut juga
memicu protes besar-besaran yang diselenggarakan oleh Enough is Enough Western, sebuah kelompok yang dipimpin oleh mahasiswa.
Hampir 400 orang bergabung dalam protes untuk menentang persyaratan vaksin dan
masker universitas.
Penyelenggara protes,
Kendra Hancock mengatakan bahwa acara tersebut bertujuan untuk mengembalikan
pilihan. Ia pun menambahkan bahwa protes itu merupakan salah satu dari beberapa
kali ketika badan mahasiswa bersatu, yang menurut dia hal tersebut adalah
sesuatu yang harus diperhatikan oleh universitas.
Chris Mohan, seorang
anggota dewan Ivey Business School yang
memperkenalkan mosi tersebut mengungkapkan bahwa lebih dari 500 orang
berpartisipasi dalam survei. Hal tersebut menunjukkan bahwa sebanyak 55%
responden menentang mandat booster.
Pada tahun lalu, Western University merupakan salah satu
universitas pertama yang mewajibkan penggunaan masker, menyusul penilaian bahwa
masker adalah cara yang efektif untuk menekan penyebaran Covid-19.
Saintek
Trending
Trending
Saintek
Saintek
05 April 2026 - 21:19 wib
05 April 2026 - 18:33 wib
05 April 2026 - 16:22 wib
05 April 2026 - 09:13 wib
05 April 2026 - 09:11 wib