SIAPBELAJAR.COM - Ribuan hororer tenaga kesehatan (nakes) yang tergabung dalam Forum Komunikasi Honorer dan Non Nakes (FKHN) kembali mendatangi Gedung Kantor Bupati Tasikmalaya di daerah Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat pada Kamis pagi (14/7).
Pantauan
Siapbelajar.com, sejak pagi pukul 08.00 WIB, massa aksi sudah terlihat memenuhi halaman Gedung Bupati Tasikmalaya.
Kehadiran massa nakes di lokasi yang biasa disebut Gebu ini dalam rangka menyuarakan aspirasi mereka agar diangkat menjadi tenaga yang setara dengan Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tanpa syarat.
Pemda Kabupaten Tidak Adil
Ketua Korwi Nakes Kabupaten Tasikmalaya, Asep Rosihan Anwar menyebutkan, pemerintah kabupaten Tasikmalaya berlaku tidak adil dalam pengalokasian jumlah pengangkatan PPPK untuk tenaga kesehatan. "hanya sedikit saja berbeda dengan profesi lainnya,untuk diangkat menjadi P3K," kata dia.
Dasar hukum yang melandasi massa tersebut dalam melakukan tuntutan ini adalah PP 49 tahun 2018 tentang manajemen P3K, "kuota sebanyak informasi terhitung 47 untuk tangkis itu terdiri dari 21, kategori 2 dan sisanya terbuka untuk umum Jadi kami yang 1275 orang," kata Asep.
Menurutnya, tidak ada Komoditas utama pemerintah daerah sudah berbuat. Padahal, selama 3 tahun kebelakang nakes sudah mati-matian menjaga garda terdepan dalam menjaga stabilitas pelayanan kesehatan demi menjaga ancaman ketahanan negara dari pandemi covid 19.
Asep menerangkan bahwa pemerintah daerah tidak memberikan apresiasi untuk tenaga nakes ini, bahkan P3K untuk mereka pun dikikis dialokasikan kepada profesi lain.
"Padahal ketika kami datang saat masyarakat dituntut berdiam di rumah, sementara kita dituntut untuk keluar rumah untuk melawan covid-19." Paparnya.
Nota Kesepakatan akan Diajukan ke Kemenpan-RB
Tenaga Nakes pun akan terus menyuarakan tuntutannya hingga membuat nota kesepakatan dengan pemerintah daerah untuk diajukan ke Kementerian PAN-RB Pusat.
Para pengunjuk rasa melakukan audensi dengan Anggota Komisi IV yang dihadiri Sekda Kabupaten Tasikmalaya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, Dr.Heru,Ketua Komisi lV H.Asop dan Asisten pemerintah dan kesra H.Rudi
Setelah audiensi dilakukan di ruang rapat, ASDA Kabupaten Tasikmalaya H. Rudi mengatakan, berdasarkan jumlah dari data nakes yang telah diregistrasi itu sebesar sebanyak 1275 sementara kalau berdasarkan identifikasi formasi kebutuhan itu sekitar ada 926.
"Kita akan melakukan kunjungan ke Kementrian Kesehatan, sebetulnya dari pemerintah daerah sudah melayangkan surat juga KemenPAN -RB untuk meminta proritas terutama untuk non PNS dijadikan sebagai P3K sehingga untuk pengangkatan honorer nakes bisa menjadi prioritas nantinya," ungkap Rudy.
Berita Terkait
Trending
SIAPBELAJAR.COM - Kemenpan RB telah menetapkan sebanyak 530.028 kebutuhan aparatur sipil negara (ASN) nasional tahun 2022 (data per 6 September 2022).Jumlah tersebut merupakan total dari penetapan keb
Trending
SIAPBELAJAR.COM - Ribuan tenaga kesehatan (nakes) honorer berunjuk rasa di halaman Kantor Dewan Perwakian Rakyat Daerah(DPRD) Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (28/07/2022).Mereka turun
Trending
SIAPBELAJAR.COM - Puluhan guru dari berbagai daerah di Jawa Barat menggeruduk Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, pada Senin 25 Juli 2022, di Kantor Pemmerintah Provinsi Jawa Barat.Para guru
Trending
SIAPBELAJAR.COM - Ribuan pegawai honorer pelayan kesehatan (Yankes) berjalan kaki mengikuti mobil komando mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Sukabumi sekitar pukul 08.45 WIB, pada Jumat 22 Juli 2022.P
Trending
SIAPBELAJAR.COM - Ribuan hororer tenaga kesehatan (nakes) yang tergabung dalam Forum Komunikasi Honorer dan Non Nakes (FKHN) kembali mendatangi Gedung Kantor Bupati Tasikmalaya di daerah Singaparna, K